Demokrat Belum Siapkan Sanksi bagi Kader Pembelot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian Dewan Perwakilan Pusat Partai Demokrat Syarief Hasan saat dimintai keterangan seusai menghadiri jumpa pers pengumuman struktur formatur baru partai Demokrat di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Minggu (31/3). Hari ini SBY menunjuk Marzuki Alie sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi, Syarief Hasan sebagai Ketua Harian Dewan Perwakilan Pusat, dan EE Mangindaan sebagai Ketua Harian Dewan Pembina Partai. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Harian Dewan Perwakilan Pusat Partai Demokrat Syarief Hasan saat dimintai keterangan seusai menghadiri jumpa pers pengumuman struktur formatur baru partai Demokrat di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Minggu (31/3). Hari ini SBY menunjuk Marzuki Alie sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi, Syarief Hasan sebagai Ketua Harian Dewan Perwakilan Pusat, dan EE Mangindaan sebagai Ketua Harian Dewan Pembina Partai. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan mengatakan partainya belum menyiapkan sanksi bagi sejumlah kader yang membelot dengan mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua. Demokrat telah resmi menyatakan dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kompetitor Jokowi-Kalla. ”Hal yang terpenting, kami sukseskan dulu pemilihan presiden ini,” kata Sjarifuddin Hasan di kantor Dewan Pimpinan Pusat Demokrat, Jakarta, Senin, 30 Juni 2014. ”Saat ini kami belum memikirkan sanksi.”

    Meski begitu, dia melanjutkan, ada mekanisme di lingkup internal partai yang bisa ditempuh untuk menjatuhkan sanksi kepada para kader yang membelot. ”Pada saatnya nanti akan kami pikirkan soal sanksi tersebut,” ujarnya.

    Sebelumnya, sejumlah kader Demokrat tak sependapat dengan keputusan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini mendukung Prabowo-Hatta. Mereka yang membelot dan mendukung Jokowi-Kalla antara lain anggota Dewan Kehormatan Demokrat, Suaedy Marasabessy; anggota Majelis Tinggi; T.B. Silalahi; dan juru bicara, Ruhut Sitompul. (Baca: SBY Disebut Restui Demokrat Dukung Prabowo)

    Sjarifuddin membantah pernyataan Ruhut yang mengklaim mendapat restu dari Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendukung Jokowi-Kalla. "Tidak ada restu yang disampaikan Pak SBY terhadap kepindahan Saudara Ruhut yang mendukung Joko Widodo," ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah ini.

    Ruhut menyatakan siap memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Seusai rapat konsolidasi Sekretaris Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Ruhut akan berkampanye di Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Medan, Pekanbaru, dan Jawa Tengah. (Baca:Gerilya Ruhut Sitompul Menangkan Jokowi-JK)

    ”Dalam kampanye itu, kami berusaha merebut hati rakyat. Karena pasangan inilah yang memiliki ideologi Pancasila. Apalagi memiliki tagline 'Indonesia Hebat',” kata Ruhut di Makassar Golden Hotel, Selasa, 24 Juni 2014. (Baca: Ruhut Dukung Pencalonannya, Jokowi Tersanjung).

    PRIHANDOKO

    Terpopuler:

    Titiek: Keluarga Cendana 100% Dukung Prabowo-Hatta
    Politikus Ini Masih Sakit Hati kepada Demokrat
    Gunung Sinabung Meletus, Tidak Ada Korban Jiwa
    Manusia Takut Pada Sesuatu yang Mendekat
    Mark Wahlberg Tertekan Bintangi Transformers


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.