KPU Malang Optimistis Angka Golput di Pemilu 2019 Turun

Pengendara melintas di depan mural (gambar dinding) tentang Pemilu 2019, di Jalan Samudera, Padang, Sumatera Barat, Selasa 12 Februari 2019. Mural tersebut mengajak warga untuk mensukseskan Pemilu pada 17 April 2019 dengan dengan berpartisipasi dan tidak "golput". ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

TEMPO.CO, Malang - Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Malang optimistis angka partisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 meningkat dibanding Pemilu 2014. 

Baca: Ada 161 TPS Masuk Kategori Rawan di Kabupaten Blora

Sesuai daftar pemilih tetap (DPT), pemilu serentak itu diikuti 1.976.531 orang pemilih. Mereka berhak menyalurkan hak pilihnya lewat 8.409 tempat pemungutan suara yang tersebar di 33 kecamatan. 

Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPUD Kabupaten Malang Taufik mengatakan, angka partisipasi pemilih di wilayah kerjanya memang belum menggembirakan jika merujuk pada pemilihan Bupati Malang, Gubernur Jawa Timur, dan Legislatif. Hanya angka partisipasi pemilih pemilihan presiden yang lumayan bagus. 

“Tapi tetap saja angka rata-rata enggak pernah mencapai 75 persen atau 80 persen. Tapi kami tetap bersemangat dan bekerja keras untuk menyukseskan pemilu tahun ini,” kata Taufik kepada Tempo, Selasa, 16 April 2019. 

Menurut Taufik, KPU pusat menargetkan angka partisipasi pemilih Pemilu 2019 minimal 79 persen. Di tingkat provinsi, KPUD Jawa Timur menargetkan angka partisipasi minimal 74 persen. Sedangkan di tingkat Kabupaten Malang, KPUD setempat menargetkan perolehan suara dalam kisaran 74-75 persen. 

Taufik memastikan KPUD sudah bekerja keras mensosialisasikan Pemilu 2019. Kerja keras itu antara lain dibuktikan dengan membentuk Tim Relawan Demokrasi (Relasi) dan berkreasi dengan mengadakan lomba swafoto di tempat pemungutan suara atau TPS—bukan di dalam bilik suara—pada 17 April besok. 

Tim Relasi dibentuk pada 24 November 2018. Tim yang beranggotakan 55 orang ini aktif bekerja mulai 17 Januari 2019 hingga hari pemungutan suara berakhir. Tugas mereka melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilu ke kelompok-kelompok masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota kabupaten. Personel Tim Relawan bekerja berbasis segmentasi seperti kaum buruh dan organisasi masyarakat. 

Sejauh ini, kata Taufik, diasumsikan peran Tim Relasi mampu mendongkrak antusiasme masyarakat untuk menggunakan hak pilih hingga 20 persen. Makanya KPUD setempat pun optimistis angka partisipasi bisa mencapai minimal 76 persen dari kisaran target di atas. 

“Ya, paling tidak, nanti yang Pilpres lebih tinggi angka pemilihnya dibanding pileg (pemilihan legislator DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota) dan pemilihan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah),” ujar Taufik. 

Taufik berkeyakinan angka partisipasi Pilres 2019 nantinya paling tinggi figur dua pasangan calon sudah sangat populer, khususnya untuk calon inkumben Joko Widodo atau Jokowi dan penantang Prabowo Subianto. 

Simak juga: Sultan Hamengku Buwono X Tak Ada Tekanan Memilih di Pemilu 2019

Selain itu, pemerintah daerah setempat pun sangat antusias mensosialisasikan pemilu 2019. Begitu pula yang dilakukan oleh tim sukses kedua pasangan. Namun, sekali lagi kata Taufik, faktor keterkenalan atau kepopuleran kedua pasangan yang menjadi daya tarik utama pemilih sehingga angka partisipasi pemilih Pilpres 2019 diharapkan paling tinggi dan bisa mendekati angka partisipasi Pilpres 2004. 






Sandiaga Temui Prabowo, Beri Buku Memoar Pilpres 2019

16 hari lalu

Sandiaga Temui Prabowo, Beri Buku Memoar Pilpres 2019

Pertemuan Sandiaga dan Prabowo ini terjadi di tengah menghangatnya hubungan mereka. Gara-gara soal pencalonan di Pilpres 2024.


Kisah Kemunculan Golput dalam Pemilu, Dipicu Rezim Orde Baru

43 hari lalu

Kisah Kemunculan Golput dalam Pemilu, Dipicu Rezim Orde Baru

Golput adalah singkatan dari golongan putih yang berarti memilih untuk tidak memilih saat pemilu. Begini mulanya.


6 Tips Jadi Pemilih Pemula Cerdas Saat Pemilu

43 hari lalu

6 Tips Jadi Pemilih Pemula Cerdas Saat Pemilu

Pemilih pemula berperan untuk dapat menekan angka kecurangan dan pelanggaran yang mungkin terjadi saat pemilu.


Perludem Sebut Tak Mudah Buktikan Kasus Suap Politik

21 November 2022

Perludem Sebut Tak Mudah Buktikan Kasus Suap Politik

Perludem menyebut tak mudah mengusut kasus suap politik. Dulu sempat viral soal dugaan suap di Pemilu 2019, tapi isu itu menguap.


Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

16 November 2022

Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menyebut polarisasi di masyarakat imbas Pilpres 2019 masih ada dan dikhawatirkan berlanjut


Perindo Targetkan Kursi Parlemen Dua Digit, Hary Tanoesoedibjo Minta Arahan Jokowi

7 November 2022

Perindo Targetkan Kursi Parlemen Dua Digit, Hary Tanoesoedibjo Minta Arahan Jokowi

Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo akan menargetkan partainya memperoleh kursi parlemen sebanyak 2 digit pada Pemilu 2024.


Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

7 Oktober 2022

Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

"Di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres, sebagai wakil. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres," kata Anies Baswedan


Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

30 September 2022

Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai bahwa proses demokrasi di Indonesia harus dilihat secara mendalam.


3 Putri Hary Tanoesoedibjo Bermain di Gelanggang Politik

27 September 2022

3 Putri Hary Tanoesoedibjo Bermain di Gelanggang Politik

Tiga putri Hary Tanoesoedibjo sempat ikut pemilihan legislatif. Ketiganya terjun ke gelanggang politik, Angela Tanoesoedibjo, Valencia dan Jessica.


Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

21 September 2022

Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

Namun politikus Gerindra ini mengakui, semakin kecil angka urutan partai politik maka akan semakin mudah untuk mengenalkan kepada masyarakat.