Di DKI Jakarta, Caleg Petahana Berpeluang Besar Lolos ke Senayan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan Surat Suara Pemilu 2019  saat proses percetakan di Gedung PT Gramedia, Jakarta, 20 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas melakukan pengecekan Surat Suara Pemilu 2019 saat proses percetakan di Gedung PT Gramedia, Jakarta, 20 Januari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sigi teranyar lembaga survei Charta Politika mencatat para calon anggota legislatif (caleg) inkumben di daerah pemilihan DKI Jakarta berpeluang besar kembali lolos ke Senayan. Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan, elektabilitas caleg inkumben relatif mengungguli kandidat lain di ketiga dapil di ibu kota.

    "Elektabilitas calon anggota legislatif (caleg) masih didominasi nama-nama inkumben di masing-masing daerah pemilihan," kata Muslimin di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 11 Februari 2019.

    Dari sigi yang digelar pada 18-25 Januari lalu itu, sejumlah nama caleg inkumben tercatat mendapat suara yang tinggi. Di dapil DKI 1, caleg yang menduduki lima besar dari hasil pertanyaan tertutup ialah Imam Nahrawi (PKB), Habiburokhman (Gerindra), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio (Partai Amanat Nasional), Putra Nababan (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), dan Bambang Atmanto Wiyogo (Golkar).

    Dari ketiganya, yang bukan inkumben hanya Habiburokhman. Sisanya merupakan inkumben, kendati tak semuanya berasal dari dapil DKI 1.

    Di dapil DKI 2, tiga nama yang elektabilitasnya bertengger di lima besar ialah Hidayat Nur Wahid (Partai Keadilan Sejahtera), Eriko Sortadurga (PDIP), dan Biem Triani Benjamin (Gerindra). Dua nama lainnya ialah Himmatul Aliyah (Gerindra) dan Tsamara Amany (Partai Solidaritas Indonesia).Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany tiba untuk melaporkan ketua dan anggota Bawaslu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di kantor DKPP, Jakarta, 23 Mei 2018. PSI melaporkan Ketua Bawaslu Abhan, dan anggota Bawaslu Mochamad Afifudin ke DKPP. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Berikutnya di dapil DKI 3, lima besar diduduki oleh Charles Honoris Causa (PDIP), Abraham Lunggana alias Haji Lulung (PAN), Yusril Ihza Mahendra (Partai Bulan Bintang), Darmadi Durianto (PDIP), dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra). Lulung dan Yusril bukan merupakan inkumben, namun Lulung sebelummya dikenal sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan.

    Muslimin menuturkan, reponden menyatakan alasan memilih petahana, antara lain, lantaran kinerjanya bagus dan dinilai berpengalaman. Alasan ini dominan di dapil DKI 1 dan 2. Adapun di dapil DKI 3, alasan yang paling dominan adalah kenal dan pernah dengar dengan nama caleg.

    "Faktor-faktor berikutnya ialah suka dengan figur, lalu figur dianggap sosial dan merakyat," kata Muslimin.

    Survei caleg ini melibatkan 800 responden di setiap daerah pemilihan. Namun, daftar pemilih luar negeri yang termasuk dalam dapil DKI 2 tidak disertakan dalam survei ini. Muslimin mengatakan metode yang digunakan ialah wawancara tatap muka dengan margin of error plus minus 3,4 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.