Lembaga Riset Publik: PDIP Unggul, Gerindra Urutan Kedua

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersama para model, caleg artis, kader PDIP saat memamerkan atribut kampanye milineal di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta, Kamis, 20 September 2018. TEMPO/Dewi N Piliang

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersama para model, caleg artis, kader PDIP saat memamerkan atribut kampanye milineal di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta, Kamis, 20 September 2018. TEMPO/Dewi N Piliang

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Riset Publik menyatakan, berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya, PDIP unggul dalam Pemilihan Umum 2019. Menurut hasil riset lembaga tersebut, bila pemilu dilaksanakan hari ini, PDIP akan mendapatkan 31,2 persen suara. "PDIP paling banyak dipilih," kata Manajer Riset, Lembaga Riset Publik, Arvan Maulana di kawasan Cikini, Ahad, 6 Januari 2019.

    Baca: PDIP akan Terima Dana Kampanye dari Pihak Ketiga Februari 2019

    Arvan mengatakan PDIP unggul di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, Maluku, Bali, NTT dan NTB. PDIP hanya kalah dari Partai Golkar di Pulau Sulawesi.

    Arvan mengatakan 23,8 responden memilih PDIP karena partai ini dianggap mewakili rakyat kecil. Selain itu, lembaga ini mencatat PDIP juga merupakan partai yang mengalami tren kenaikan paling besar selama Oktober hingga Desember 2018, yakni 2,7 persen.

    Arvan mengatakan kenaikan elektabilitas partai itu disebabkan oleh kinerja kader, termasuk Presiden Joko Widodo maupun calon legislatif. Program pemerintah Jokowi, kata dia, dianggap baik oleh masyarakat.

    Baca: Belum Terima Sumbangan dari Luar, Ini Dana Kampanye PDIP

    Sementara urutan kedua ditempati Partai Gerindra yang memperoleh 17 persen suara. Menurut survei, 35,6 responden memilih Gerindra karena sosok ketua umumnya Prabowo Subianto. Di urutan ketiga ada Partai Golkar dengan perolehan 7,2 persen suara. Menurut hasil survei, Golkar paling banyak dipilih dengan alasan mempunyai visi misi yang bagus.

    Survei Lembaga Riset Publik dilakukan terhadap 1.200 responden dengan usia di atas 17 tahun di seluruh wilayah Indonesia. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada pekan keempat Desember. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.