Aliansi Masyarakat Adat Kontrak 180 Caleg  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengguna jalan melintas di depan baliho Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg di Kudus, Jateng, Rabu (20/11). ANTARA/Andreas Fitri Armoko

    Pengguna jalan melintas di depan baliho Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg di Kudus, Jateng, Rabu (20/11). ANTARA/Andreas Fitri Armoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak kurang dari 180 orang tokoh adat, aktivis, dan pekerja sosial yang berafiliasi dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mencalonkan diri untuk menjadi legislator pada pemilihan umum mendatang. Dari 180 orang itu, 16 di antaranya mencalonkan diri menjadi anggota DPR dan DPD. Sebelum memulai kampanye, mereka terlebih dulu menandatangani kontrak politik dengan AMAN.

    Deputi Bidang Politik AMAN Rukka Sombolingi mengatakan dengan penandatanganan kontrak itu, organisasinya akan memobilisasi suara untuk memenangkan 180 caleg tersebut. Imbal balik dari kontrak itu adalah para caleg wajib memperjuangkan aspirasi AMAN yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat adat.

    “Semua kader yang tidak ikut pencalonan akan berkampanye di masing-masing daerah mereka,” kata Rukka kepada Tempo, Kamis pekan lalu. AMAN juga menyiapkan program SMS blast (pengiriman pesan pendek ke banyak orang) yang berisi petunjuk bagi anggotanya untuk memilih caleg-caleg yang didukung oleh AMAN.

    Melalui kontrak itu, AMAN berjanji menggunakan jaringan mereka untuk memenangkan para caleg. Sedangkan caleg berjanji, jika terpilih, akan memperjuangkan agenda reformasi agraria, perlindungan masyarakat adat, dan alokasi APBN sebesar 60 persen untuk pembangunan daerah, desa, dan kampung. Jika janji tak dipenuhi, dukungan bakal dicabut.

    Tak semua caleg berasal dari komunitas adat. Juga tak semuanya adalah kader atau pernah menjadi kader AMAN. Banyak di antaranya adalah aktivis atau pekerja sosial. Rukka mengatakan, sekitar setahun lalu mereka memulai penjaringan nama-nama caleg. Nama-nama itu diusulkan oleh pengurus-pengurus di daerah atau organisasi-organisasi yang pernah bekerja sama dengan AMAN.

    Nama calon yang masuk kemudian diseleksi dan diwawancarai melalui telepon. Misalnya Idham Arsyad dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor, adalah mantan Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria. Calon yang lain seperti Berry Furqon pernah menjadi Sekjen Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi.

    Idham mengatakan ini adalah ikhtiar kalangan aktivis untuk mendorong kemunculan caleg-caleg alternatif yang tidak murni berasal dari partai. “Dulu ada kampanye jangan pilih calon yang busuk, tapi tidak ada alternatif caleg yang bisa dipilih. Nah, sekarang kami memberi pilihan calon-calon alternatif,” katanya.

    Berikut adalah daftar nama calon legislatif AMAN untuk posisi di DPR:

    1. Nama: Idham Arsyad/Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria
    Dapil: Jawa Barat V/Kabupaten Bogor
    Asal partai: Partai Kebangkitan Bangsa

    2. Mukti Baba
    Dapil: Maluku Utara
    Asal partai: Hanura

    3. Nengah Widya Antara
    Dapil: Bali
    Asal partai: Nasdem

    4. Nur Amalia/Pengacara AMAN
    Dapil: Banten & Pandeglang
    Asal partai: Nasdem

    5. Swari Utami Dewi/Fasilitator Multistakeholder Forestry Program
    Dapil: Kalimantan Selatan
    Asal partai: PBB

    6. Ugis Suganda Amas Putra/Ketua Kesatuan Adat Banten Kidul
    Dapil: Jawa Barat IV
    Asal partai: Nasdem

    7. Usep Setiawan/Mantan Ketua Dewan Nasional KPA
    Dapil: Jawa Barat XI/Garut & Tasik
    Asal Partai: PDI Perjuangan

    Daftar Caleg AMAN untuk pemilihan anggota DPD:

    1. Mahir Takaka
    2. Berry N. Furqon
    3. Ridha Saleh
    4. F.X. Trides Mecer 
    5. Made Suarnata
    6.  Ir. Tjatur Kukuh Surjanto
    7.  Sarah Leri Mboeik
    8.  Maria Goreti
    9.  Jacob Esau Komigi

    KARTIKA CANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.