Selasa, 21 Agustus 2018

Jelang Putusan MK, Ini Harapan Massa Pro-Prabowo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Merdeka Barat, yang merupakan akses menuju Gedung Mahkamah Konstitusi, terlihat lengang karena polisi mengalihkan kendaraan di Jakarta, 21 Agustus 2014. ANTARA/Wahyu Putro A

    Jalan Merdeka Barat, yang merupakan akses menuju Gedung Mahkamah Konstitusi, terlihat lengang karena polisi mengalihkan kendaraan di Jakarta, 21 Agustus 2014. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Massa pro-Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang menamakan diri sebagai Laskar Merah Putih menyatakan Prabowo-Hatta telah dizalimi dalam pemilihan presiden 9 Juli 2014. Hal itu disampaikan saat mereka berdemonstrasi di Jalan Merdeka Barat. "Kita telah dizalimi, tapi Allah membuat kita bangkit!" teriak seorang orator kepada massa.

    Demonstrasi terjadi di Jalan Medan Merdeka Barat sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Ribuan orang  yang hadir memakai baju bermacam-macam tapi mengandung unsur garuda merah atau foto wajah Prabowo-Hatta. Mereka terus menyuarakan tudingan bahwa pasangan calon presiden yang mereka dukung telah dicurangi dalam pemilihan presiden. (Baca: Massa Prabowo Mulai Padati Bundaran HI).

    "Kita harap hakim MK dapat memutuskan dengan seadil-adilnya," ujar orator yang disambut meriah oleh massa.

    Pada Kamis, 21 Agustus 2014, Mahkamah Konstitusi menyelenggarakan sidang putusan pada pukul 14.00. Kabarnya, akan ada 100 ribu pendukung Prabowo yang datang untuk mengepung MK, sekaligus mengawal sidang putusan. (Baca: Putusan MK, Jokowi Tak Dapat Kawalan Istimewa)

    URSULA FLORENE SONIA


    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Bandel, Ahok Punya Cara Jebak Uber App/Uber.com
    Jokowi Ingin Makan Krupuk, Pengawal Melarang
    Prabowo Minta Ibu-ibu Siapkan Dapur Umum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018