Selasa, 23 Oktober 2018

Tak Bawa Surat Mandat, KPU Tolak Saksi Prabowo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto, mengusap wajahnya saat melakukan jumpa pers usai menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto, mengusap wajahnya saat melakukan jumpa pers usai menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum menolak saksi yang didatangkan kubu calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburokhman. Penolakan itu lantaran saksi tak membawa surat mandat.

    "Berdasar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008, saksi harus mendapat mandat dari pasangan calon. Jad,i keberadaan saksi Habiburokhman statusnya di bawah pengawalan Pak Rambe Kamarul Zaman (ketua saksi kubu Prabowo)," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik, Senin, 21 Juli 2014.

    KPU sendiri harus menunda rapat pleno hari ini karena saksi untuk pasangan Prabowo-Hatta tak kunjung datang. Rapat pleno yang seharusnya dilaksanakan pukul 10.00 WIB terpaksa dimulai pukul 11.00 WIB.

    Habiburokhman baru muncul di kantor KPU pukul 11.08 WIB. Pria yang juga menjadi anggota tim hukum Prabowo-Hatta itu kemudian mengajukan diri untuk menjadi saksi. Namun Habiburokhman mengakui dirinya tak membawa surat mandat. Menurut dia, surat itu sedang dalam perjalanan menuju kantor KPU. "Surat mandat saya sedang dibawa ke sini oleh Bobby Hui," tuturnya.

    Mengetahui hal itu, Husni Kamil Manik meminta pendapat anggota Badan Pengawas Pemilu, Nelson Simanjuntak. Nelson pun meminta Husni untuk segera memulai rapat pleno. "Kalau memang saksi bilang dia dapat mandat, ya sudah. Apalagi rapat pleno bisa tetap berjalan tanpa saksi," kata Nelson. (Baca: Hatta: Menang-Kalah Itu Biasa)

    Husni bergeming sampai akhirnya saksi resmi untuk Prabowo, Rambe Kamarul Zaman, datang lima menit kemudian. Husni pun langsung memutuskan rapat pleno bisa dimulai. "Keberadaan saksi di sini sudah bermandat. Beruntung, Pak Rambe Kamarul Zaman sudah datang," ujar Husni.

    Hari ini KPU melanjutkan rekapitulasi suara nasional untuk pemilu presiden. Rekap yang sudah berlangsung sejak kemarin ini telah membahas 17 provinsi. KPU hari ini berencana membahas 16 provinsi yang tersisa. (Baca: Prabowo Masih Optimistis Menang Pemilu Presiden)

    FEBRIANA FIRDAUS

    Terpopuler
    Indonesia Raih Dua Gelar di Taipei Open
    Seorang Mahasiswa Tewas Ditusuk Anggota Geng Motor
    Jembatan Comal Hanya Akan Dibuka Satu Sisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.