Prabowo Masih Optimistis Menang Pemilu Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto disela melakukan jumpa pers usai menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meminta KPU untuk menunda perhitungan rekapitulasi nasional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto disela melakukan jumpa pers usai menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meminta KPU untuk menunda perhitungan rekapitulasi nasional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto, masih optimistis bisa memenangi pemilihan presiden. Hasil perolehan suara pemilihan presiden secara resmi akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa, 22 Juli 2014.

    "Saya masih optimistis menang," kata Prabowo seusai mengikuti acara buka puasa di Istana Negara, Jakarta, Ahad, 20 Juli 2014. Dia mendesak KPU menyelenggarakan pencoblosan ulang lantaran dianggap ditemukan kecurangan di sejumlah wilayah. (Baca juga: Kata Ical, Timses Prabowo Tak Bakal Akui Kekalahan.)

    Prabowo mencontohkan DKI Jakarta dan Jawa Timur sebagai wilayah yang terindikasi terjadi kecurangan. Jika KPU masih juga menetapkan perolehan suara pada Selasa pekan depan, Prabowo menyatakan akan menggugat hasil itu ke Mahkamah Konstitusi. "Kami mengikuti undang-undang."

    Prabowo membantah pernyataan politikus muda Partai Amanat Nasional sekaligus putra Amien Rais, Hanafi Rais, yang mengakui kekalahan pasangan Prabowo dan Hatta Rajasa atas Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Begitu juga pernyataan serupa dari Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Mahfud Md. (Baca juga: Percaya KPU, Anak Amien Rais Beri Selamat ke Jokowi.)

    "Kapan? Jam berapa?" ujar Prabowo, bertanya balik. Menurut Prabowo, dirinya baru saja menggelar rapat bersama Amien Rais dan Mahfud Md., dan tak ada pernyataan mengakui kekalahan atas Jokowi-JK. "Tidak seperti itu."

    Sebelumnya, Prabowo mengimbau KPU untuk menghentikan penghitungan suara. Menurut dia, setelah mendengarkan pemaparan perwakilan tim pemenangan di daerah dan tim hukum Prabowo-Hatta, maka KPU harus lebih dulu menindaklanjuti kecurangan seperti yang sudah dilaporkan timnya kepada Badan Pengawas Pemilu. (Baca juga: Kubu Prabowo Klaim Miliki Data Lengkap Kecurangan.)

    "Kami hanya menuntut apa yang telah dijaminkan oleh undang-undang," kata Prabowo di Hotel Four Seasons, Ahad sore.

    Berdasarkan rekapitulasi suara oleh KPU provinsi, pasangan Jokowi-JK unggul di 23 provinsi. Adapun Prabowo-Hatta hanya unggul di 10 provinsi.

    PRIHANDOKO


    Berita Lain:
    Mahfud Md.: Dua Capres Sama-sama Curang
    SBY Klaim Mampu Tengahi Perselisihan di Pilpres
    Kalah Telak, Saksi Prabowo Tolak Tanda Tangan
    Luhut Berharap Tokoh Muda Pimpin Golkar
    Komite Buruh Tolak Rencana Pengawalan Suara
    KPU Gelar Rekapitulasi Pemilu Presiden Hari Ini 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.