Soal Inisial H, Jokowi: Haji Bukan Herbertus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, usai memberikan keterangan pers usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta (13/5). Jokowi mengajukan cuti karena merasa dalam waktu dekat akan disibukkan agenda kampanye sebagai capres PDIP di pilpres 9 Juli nanti. TEMPO/Subekti

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, usai memberikan keterangan pers usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta (13/5). Jokowi mengajukan cuti karena merasa dalam waktu dekat akan disibukkan agenda kampanye sebagai capres PDIP di pilpres 9 Juli nanti. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, membantah inisial "H" yang acapkali ditulis di depan namanya merupakan kepanjangan dari Herbertus. Melainkan, kata dia, itu singkatan dari "Haji".

    "Saya kan sudah haji, istri saya hajah," kata Jokowi sebelum memulai pidato politik dalam Tanwir Muhammadiyah yang digelar di Hotel Mesra Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu, 24 Mei 2014.

    Jokowi mengatakan seluruh keluarganya sudah menunaikan ibadah haji. "Saya tak mau riya, tapi ini perlu saya sampaikan untuk membantah semua isu yang ada," ujar mantan Wali Kota Solo itu.

    Selain itu, Jokowi membantah bahwa dirinya keturunan Tionghoa. Dia mengatakan ayah dan ibunya berasal dari Jawa. Ayahnya, kata dia, berasal dari Karanganyar. Sedangkan ibu, ujar Jokowi, berasal dari Boyolali. "Kurang lebih 30 kilometer dari Kota Solo," katanya.

    Gubernur DKI Jakarta itu sempat dipertanyakan tentang keislaman dan gelar haji yang disandangnya.  Di beberapa media sosial muncul banyak foto perkawinannya dengan Iriana, istrinya, yang mencantumkan nama "Herbertus Joko Widodo".

    Jokowi memberikan pidato politik di Tanwir Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah Muhammad Din Syamsuddin mengatakan kedatangan Jokowi ini merupakan undangan dari Muhammadiyah.

    "Dia diundang sebagai capres. Kami ingin mendengar visi-misi dia untuk Indonesia ke depan," kata pria yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu.

    Muhammadiyah menggelar sidang tanwir di Hotel Mesra Samarinda, Kalimantan Timur. Rencananya tanwir yang digelar pada 23-25 Mei ini akan membicarakan konsolidasi program Muhammadiyah. "Untuk membentuk Indonesia berkemajuan sesuai cita-cita Ahmad Dahlan," kata Din.

    AMRI MAHBUB

    Berita Terpopuler:
    Sokong Kampanye Prabowo, Ini Kekayaan Hary Tanoe
    Ahok Tidak Jadi Tim Sukses Prabowo
    Jadi Tersangka, Suryadharma Ali Siapkan Amunisi
    Mantan Komandan Brimob Sangkal Om Si ABG Sombong

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.