Senin, 17 Desember 2018

Dari NTB Fahri Hamzah Melenggang ke Senayan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fahri Hamzah. TEMPO/ Amston Probel

    Fahri Hamzah. TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO.CO, MataramKomisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat selesai melakukan rapat pleno rekapitulasi suara dalam pemilihan umum legislatif pada Jumat subuh, 25 April 2014. Hasilnya, banyak calon legislator inkumben DPR dan DPD yang gagal kembali ke Senayan.

    Kepada Tempo, Jumat sore, 25 April 2014, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori Faisal menjelaskan, "Semuanya sudah ditandatangani para saksi partai politik (parpol). Yang menetapkan nanti adalah KPU pusat," kata Aksar.

    Para caleg inkumben yang diprediksi gagal kembali masuk Senayan adalah Nanang Samodra dari Partai Demokrat yang mendapatkan 66.389 suara. Dia kalah dibanding Kurtubi asal Partai Nasional Demokrat yang hanya 38.889 suara tapi masuk karena hasil kumulatif yang diperoleh partainya. Adi Putra Darmawan Tahir dari Partai Golongan Karya juga gagal, walaupun perolehan suaranya mencapai 56.223. Selain itu, juga Mudahan Hazdi yang mendapatkan 45.197 suara dan Sunardi Ayub dengan 41.220 suara. Keduanya dari Partai Hati Nurani Rakyat.

    Dari 12 parpol yang berlaga Pemilu 2014, Partai Bulan Bintang dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia gagal memiliki wakilnya. Namun nama beken seperti Fahri Hamzah dan Helmy Faisal Zaini berhasil melenggang ke Senayan.

    Berdasarkan perolehan suaranya, urutan pertama diraih Partai Golkar (333.282 suara) dan calegnya yang berhak lolos adalah caleg nomor urut 5, yakni Muhammad Lutfi, yang meraih 59.074. Di urutan kedua, Partai Demokrat (318.713 suara) dengan caleg nomor paling bawahnya atau kesepuluh, yaitu Muhammad Syamsul Luthfi, mengumpulkan 83.638 suara maju ke Senayan. Ketiga, Gerindra (263.261 suara) dan calegnya Willgo Zainar.

    Posisi keempat diraih Partai Keadilan Sejahtera (253.870 suara) yang memunculkan Fahri Hamzah dengan perolehan suara 125.083. Kelima, Partai Hanura (222.410 suara) yang diwakili Muhammad Gde Syamsul Mujahidin dengan 71.211 suara.

    Keenam, Partai Amanat Nasional (196.074 suara) dan mengantarkan Muhammad Syafrudin kembali ke Senayan dengan perolehan 62.292 suara. Ketujuh, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (189.569 suara) dan calegnya yang lolos ke Senayan adalah Rachmat Hidayat dengan 62.987 suara.

    Kedelapan, Partai Kebangkitan Bangsa (182.320 suara) yang diwakili Helmy Faisal Zaini yang mendapatkan 69.542 suara. Kesembilan adalah Partai Persatuan Pembangunan (172.271 suara) dan calegnya Ermalina MHS. Kesepuluh atau yang terakhir jatahnya diperoleh Partai Nasional Demokrat (154.981 suara) dengan calegnya yang merupakan pakar minyak asli Lombok, Kurtubi, yang mengumpulkan 38.889 suara.

    Untuk perebutan kursi DPD, dari 41 calon yang terdaftar--sesuai dengan jatah empat orang--yang lolos berdasarkan perolehan suaranya adalah Baiq Diyah Ratu Ganefi yang mendapatkan 187.695 suara, disusul Farouk Muhammad dengan 152.306 suara. Lainnya, Lalu Suhaimi Izmy (pensiunan Kepala Kanwil Kemenag NTB) dengan 172.375 suara dan Robiatul Adawiyah (bekas istri Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi) yang mendapatkan 129.878 suara.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Berita lain:
    Kebakaran Pasar Senen, 33 Unit Damkar Diturunkan
    KPAI: Korban Baru JIS Dilecehkan Sejak Februari
    Serang Gardu FBR, Anggota Ormas Pemuda Ditangkap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".