Rabu, 21 November 2018

Prabowo Didukung Front Anti Komunis Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KetuaDewan Pembina dan Capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyapa warga dan awak media saat tiba di lokasi pemungutan suara di TPS 02, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor (9/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    KetuaDewan Pembina dan Capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyapa warga dan awak media saat tiba di lokasi pemungutan suara di TPS 02, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor (9/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Puluhan anggota FAKI mendatangi kediaman Ketua Umum Gerindra Suhardi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menyampaikan dukungan tersebut, Selasa malam, 22 April 2014.

    Anggota dan koordinator FAKI dari lima daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta hadir dalam pertemuan itu. “Ini ada ada perwakilan dari Gunungkidul, Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta,” kata koordinator FAKI DI Yogyakarta Budi Santoso di sela pertemuan. (Berita lain: Prabowo Percaya Diri Tetap Didukung PPP)

    Budi mengatakan, untuk menyatakan dukungan kepada Prabowo, mereka tidak menggunakan nama FAKI. Sebagai gantinya, Budi akan membentuk wadah baru bernama Masyarakat Pendukung Prabowo Presiden (MP3).

    Menurut Budi, FAKI hanya berkembang di Yogyakarta. Meski demikian, di provinsi lain ada organisasi yang segaris dengan FAKI. Di antaranya Front Anti Komunis (FAK) di Jawa Timur, Persatuan Masyarakat Anti Komunis di Jawa Barat, dan Gerakan Nasional Patriot Indonesia di Jakarta. Untuk meluaskan dukungan terhadap Prabowo, Budi mengatakan, FAKI akan berkoordinasi dengan organisasi-organisasi itu.

    Adapun Suhardi menyambut dukungan itu. Ia mengaku tak mengkhawatirkan anggapan sebagian besar orang yang menilai FAKI sebagai organisasi yang tak toleran dan antidemokrasi. Ia menilai, dalam dukungan itu, mereka tak lagi bertindak sebagai FAKI. “Mereka sudah melebur jadi MP3,” katanya.

    ANANG ZAKARIA

    Berita lain:
    Hari Bumi, Pelajar Bandung Sekolah di Hutan 
    Lagi, Ridwan Kamil Didemo PKL
    Soal Arloji, Media Singapura Serang Moeldoko  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.