Jokowi Bicara Efek Jokowi yang Tak Dongkrak PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi menyalami  pendukungnya, saat kampanye PDIP di Jakarta (16/3). The Asahi Shimbun via Getty Images

    Jokowi menyalami pendukungnya, saat kampanye PDIP di Jakarta (16/3). The Asahi Shimbun via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Joko Widodo, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menampik bahwa Jokowi Effect gagal mendongkrak perolehan suara dalam pemilihan umum legislatif yang digelar 9 April 2014 kemarin. Hitungan cepat sejumlah survei menempatkan suara PDIP teratas, tapi hanya sekitar 19 persen. Menurut dia, pertarungan dalam pileg berbeda dengan pertarungan dalam pilpres. (Baca: Mengapa Jokowi Tak Berhasil Dongkrak Suara PDIP?)

    "Ini realita di lapangan. Dalam pileg yang bertarung sebenarnya adalah caleg-caleg, yang jumlahnya 6.600 orang (untuk merebut 560 kursi DPR). Mereka bertarung di bawah, mereka punya ruang-ruang kecil untuk dikuasai. Itu lingkup pertarungan mereka," kata Gubernur DKI Jakarta itu di pintu gerbang Balai Kota, Kamis, 10 April 2014.

    Jokowi membantah jika caleg-caleg PDIP dikatakan gagal. Jokowi menilai kemenangan yang diraih PDIP telah membuktikan bahwa caleg-caleg tersebut telah menunaikan kewajibannya sehingga PDIP berada di peringkat pertama perolehan suara. "Sudah juara satu kok masih ribet," katanya. (Baca: Mengapa PDIP Yakin Menang di Atas 30 Persen?)

    Jokowi menyesalkan bahwa selama pemilihan umum legislatif yang banyak mendapat serangan adalah capres, bukan caleg. Menurut dia, hal itu tidak pada tempatnya karena yang bertarung dalam pileg adalah caleg, bukan capres. "Waktu pileg itu memang yang diserang saya terus, kok. Ini kan pertarungan caleg. Tapi yang terjadi di lapangan yang diserang capres, padahal pilpresnya 9 Juli," katanya. (Menang Pemilu, Berapa Kursi PDIP di DPR?)

    Kegagalan meraih target nasional, kata Jokowi, disebabkan karena kurang maksimalnya marketing politic. Politikus PDIP itu mencontohkan iklan yang dibuat PDIP hanya tiga hari terakhir masa kampanye. Padahal, calon lain sudah memasang iklan sejak 5-10 tahun. "Kalau di darat, sales-nya, calegnya sendiri. Produknya macam-macam bisa dirinya sendiri, capresnya. Marketing politik di darat itu yang kurang," katanya. (Baca: Hasil Lengkap Hitung Cepat Pemilu 4 Lembaga Survei)

    ANANDA TERESIA

    Berita Terpopuler
    Ruhut: Demokrat Boleh Kalah, Jet RI 1 Tetap Biru
    Punya Pesawat Mirip RI, Presiden Ini Terjungkal
    Menang Pemilu, Berapa Kursi PDIP di DPR?
    Ini Jurus Jokowi Membangun Koalisi untuk Nyapres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H