PKS Paling Melek Sosial Media

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • twitter

    twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Politicawave Yose Rizal mengatakan jagat maya belum banyak digunakan oleh partai politik atau salah satu calon presiden untuk menginformasikan diri mereka. Menurut Yose, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang fasih menggunakan sosial media.

    "PDIP justru lebih aktif lewat relawan-relawan dan orang-orang yang terafiliasi dengan mereka," kata Yose saat dihubungi Selasa, 1 April 2014. Adapun Partai Gerindra yang cukup rajin bermain di jagat maya, menurut dia, serangan partai bentukan Prabowo Subianto itu lebih banyak terjadi di ranah offline. Sementara partai-partai lain, seperti Golkar dan Demokrat cenderung keteteran di sosial media. (Baca: Prabowo dan Jokowi Saling Serang, Siapa Diuntungkan?)

    Yose memprediksi serangan-serangan politik yang dialamatkan ke calon presiden atau partai tertentu akan semakin gencar menjelang sepekan pemilihan legislatif. Sebab, sosial media belum diatur penggunaannya dalam kampanye oleh Komisi Pemilihan Umum. "Nah, yang diserang harus rajin menyediakan counter informasinya. Sebab, kalau serangan itu dibiarkan, netizen lama-lama menganggap serangan itu sebagai fakta. Padahal belum tentu benar," kata Yose.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah mengatakan lini kampanye mereka di jagat maya tak terstruktur. Suara-suara kader PKS di lini online tersebut sekadar teriakan pribadi. "Yang begitu-begitu tak pakai struktur. Itu sifatnya pribadi. Justru aneh dan ribet kalau pakai struktur," kata Fahri. Namun Fahri mengakui, lini online digarap oleh PKS sebagai salah satu lahan kampanye mereka. Sebab, kata Fahri, PKS tak punya duit buat pasang iklan di televisi, media cetak, pun online.

    Menurut Fahri, sebagian besar bahan pembicaraan kader-kader PKS di jagat maya bersifat sporadis. Namun tak semuanya sporadis. Fahri, Presiden PKS Anis Matta, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tiffatul Sembiring punya ratusan ribu follower di Twitter. Mereka bertiga, kata Fahri, biasanya mendiskusikan bahan perbincangan apa yang akan dilempar di Twitter.

    KHAIRUL ANAM

    Topik terhangat:
    MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Dokter TNI AU

    Berita terpopuler lainnya:
    Yahoo! Bikin Tandingan YouTube
    Putin Ingin 'Hidupkan' Kembali Uni Soviet
    The Raid Dilarang Tayang di Malaysia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.