Kenapa Jokowi Kampanye dengan Putar-putar Museum?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta yang juga Kader Nasional PDI P, Joko Widodo memberikan pengarahan saat rapat akbar PDI P di Pekanbaru, Riau (8/3). Jokowi hadir di Pekanbaru, guna mengikuti Rapat Akbar PDI P juga berpidato untuk para calon anggota DPRD dari PDI P se Provinsi Riau. ANTARA/Rony Muharrman

    Gubernur DKI Jakarta yang juga Kader Nasional PDI P, Joko Widodo memberikan pengarahan saat rapat akbar PDI P di Pekanbaru, Riau (8/3). Jokowi hadir di Pekanbaru, guna mengikuti Rapat Akbar PDI P juga berpidato untuk para calon anggota DPRD dari PDI P se Provinsi Riau. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo alias Jokowi, melakukan kampanye pada hari pertama dengan cara mengunjungi sejumlah museum di Jakarta. Kenapa Gubernur DKI Jakarta ini memilih berkampanye dengan cara itu?

    Menurut Jokowi, yang dilakukannya ibarat awal sejarah kebangkitan partai banteng bermoncong putih tersebut. Sebab, mereka mengawali kampanye dari Museum Kebangkitan Nasional. (Baca: Makna Tersirat Deklarasi Jokowi di Rumah Pitung)

    "Tempat ini menjadi saksi sejarah kebangkitan nasional," kata Jokowi di halaman Museum Kebangkitan Bangsa pada Ahad, 16 Maret 2014. Menurut Jokowi, sudah saatnya Indonesia bangkit. Itulah, menurut dia, alasan PDIP harus menang. (Baca: Jokowi Buka Kampanye PDIP dengan Siraman dan Doa)

    Jokowi tiba di Museum Kebangkitan Nasional pukul 09.35 WIB. Berdiri sebentar di pintu museum untuk meladeni wartawan, Jokowi masuk diikuti beberapa tokoh PDIP, seperti Teten Masduki dan Tjahajo Kumolo. Jokowi sempat berhenti sejenak di salah satu pilar yang terpampang foto Presiden Sukarno. Di bawah foto proklamator ini, ada keterangan singkat siapa itu Sukarno.

    Saat membaca tulisan tersebut, telunjuk tangan kanannya menggaris sebuah titi mangsa "21 Juni 1970", tanggal meninggalnya Presiden Republik Indonesia pertama. Maksud tangan Jokowi ini sangat tersirat. Sebab, 21 Juni 1961 adalah tanggal lahir Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Menurut Jokowi, PDIP sengaja memilih tempat bersejarah sebagai tujuan kampanye hari pertama. "Untuk mengingatkan lagi arti penting sejarah, sebab jangan sekali-kali melupakan sejarah," ujar Jokowi. (Baca juga: Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran)

    SYAILENDRA

    Topik terhangat:
    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terpopuler lainnya:
    Malaysia Airlines Terbang hingga Dekat Perth?
    Fakta Baru: Mayat Usamah Ditembaki Ratusan Kali
    Sinyal Malaysia Airlines Masih Ada 6 Jam Setelah Hilang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H