Survei: PDIP Tak Usung Jokowi, Prabowo Menang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Jokowi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei lembaga kajian demokrasi dan kepemimpinan, Pol-Tracking Institute, menunjukkan keterpilihan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pemilihan Umum 2014 sangat bergantung pada sosok Joko Widodo. Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda menilai tingkat keterpilihan pria yang kerap disapa Jokowi ini lebih tinggi ketimbang partainya.

    "Kalau ada Jokowi, potret cuaca politik hari ini dia menang. Kalau Jokowi tidak ada di PDIP, Prabowo menang. Ada peluang juga bagi Aburizal Bakrie karena suara Partai Golkar stabil," kata Hanta ketika memaparkan hasil survei lembaganya di Menteng, Jakarta, pada Ahad, 26 Januari 2014.

    Dalam survei yang dilakukan Pol-Tracking institute itu, Jokowi menempati urutan tertinggi di antara sembilan tokoh nasional lainnya. Jokowi memiliki tingkat keterpilihan 37,95 persen, Prabowo Subianto 10,34 persen, Aburizal Bakrie 5,92 persen, Wiranto 5,42 persen, Jusuf Kalla 4,25 persen, Megawati Soekarnoputri 3,84 persen, Mahfud Md. 2 persen, Dahlan Iskan 1,75 persen, Surya Paloh 1,42 persen, Hatta Rajasa 1 persen, lainnya 5,92 persen, dan sisanya 20,52 persen menjawab tidak tahu.

    Meski elektabilitas PDIP berada di urutan pertama di antara semua partai, yakni mencapai 22,4 persen tanpa pengaruh Jokowi dan 30,78 persen jika Jokowi menjadi calon presiden, namun masih memungkinkan partai lain menang dalam Pemilu 2014. Elektabilitas PDIP terpengaruh karena tokoh dalam partai itu. Hal sama berlaku di Partai Gerindra, yang elektabilitasnya 8,67 persen, dengan sosok Prabowo Subianto yang kuat di tubuh partai itu.

    Sementara itu, Partai Golkar dinilai Hanta cenderung tidak terpengaruh tokoh dalam partai karena basis massanya yang kuat. Partai berlambang beringin itu mendulang elektabilitas sebesar 15,93 persen. Sementara itu, Partai Demokrat elektabilitasnya 7,92 persen. Hanta mengatakan tingkat keterpilihan Demokrat tanpa pengaruh sosok yang kuat di tubuh Demokrat.

    "Di internal Demokrat, elektabilitas Dahlan Iskan paling tinggi di antara peserta konvensi. Tapi ketika disandingkan dengan sosok dari partai lain, elektabilitasnya hanya 1,75 persen. "Figurnya tidak terlalu kuat untuk meningkatkan elektabilitas partai," kata Hanta.

    Survei Pol-Tracking Institue juga menunjukkan alasan publik tidak memilih Demokrat karena dua hal, yakni karena kasus korupsi atau hukum sebesar 44,75 persen dan tidak ada tokoh yang diidolakan sebesar 13,41 persen.

    Survei Pol-Tracking Institute dilakukan di 33 Provinsi dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei dilakukan dengan model penarikan sampel pada responden berusia minimal 17 tahun atau yang telah memiliki hak pilih.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Lain
    Kisah Ahok Menggendong Butet Kartaredjasa
    Kala Butet Memancing Ahok: Mau Jadi RI 1? 
    Kata Ruhut Ihwal Popularitas Dahlan Iskan
    Gempa Kebumen, Pantai Selatan Jadi Zona Aktif
    Data Kerusakan Akibat Gempa Kebumen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.