Hasto Kristiyanto Memilih Mengurus Partai Ketimbang Jadi Menteri

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, 31 Maret 2019. Ia meminta kader-kader partainya mengkampanyekan tiga kartu besutan capres Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, 31 Maret 2019. Ia meminta kader-kader partainya mengkampanyekan tiga kartu besutan capres Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengisyaratkan ingin tetap berada di PDI Perjuangan dan menyelesaikan tugas-tugas Partai dari pada menjadi menteri kabinet. "Bagi saya pribadi, menjadi pengurus Partai, seperti Ranting dan PAC adalah tugas ideologis. Berdedikasi untuk partai itu adalah sebuah kehormatan," kata HastoKristiyanto lewat siaran pers, di kota Padang, Ahad, 27/7.

    Hasto Kristiyanto mengunjungi Padang untuk menghadiri kegiatan Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Sumatera Barat. Hasto mengindikasikan dirinya bukancalon menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua. Tanpa bermaksud mendahului keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, Hasto mengatakan masih ingin mengurusi Partai.

    "Masih banyak tugas-tugas yang harus kami jalankan untuk membangun PDI Perjuangan ini. Karena itulah kami memberikan kesempatan pada yang lain untuk menjadi menteri," kata Hasto.

    Tugas kepartaian, kata Hasto, berarti menjabarkan seluruh gagasan kebijakan dan juga arah pembangunan Indonesia ke depan, melalui partai politik seperti yang disampaikan Megawati Soekarnoputri. "Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami jalankan. Bagaimana PDI Perjuangan menjadi partai pelopor dengan sekolah partainya, dengan manajemen partai yang handal, dengan program kerakyatannya."

    Menurut dia, PDI Perjuangan juga mempersiapkan lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang terus dilakukan melalui proses kaderisasi kepemimpinan di partai. "Itu skala prioritas yang kami jalankan," katanya.

    Ketika ditanya, apakah Hasto Kristiyanto tidak tertarik menjadi menteri kabinet, dia menjelaskan, masih banyak figur lain yang lebih pantas. Menurut dia, Partai memberikan tugas-tugas yang sangat strategis dalam mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, untuk membangun Indonesia.

    DEWI NURITA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.