SCG Sebut Bupati Trenggalek Bisa Jadi Kandidat Wali Kota Surabaya

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak (kanan) bersama istri Arumi Baschin dan Mochamad Nur Arifin bersama istri Novita Hardiny berpose di Gedung KPK, Jakarta, 3 Agustus 2015. Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati tersebut tercatat sebagai pasangan Bupati dan Calon Bupati termuda. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak (kanan) bersama istri Arumi Baschin dan Mochamad Nur Arifin bersama istri Novita Hardiny berpose di Gedung KPK, Jakarta, 3 Agustus 2015. Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati tersebut tercatat sebagai pasangan Bupati dan Calon Bupati termuda. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Surabaya - Lembaga riset politik Surabaya Consulting Group (SCG) memprediksi nama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang akrab disapa Mas Ipin muncul sebagai salah satu kandidat calon wali kota Surabaya usungan PDI Perjuangan. "Mas Ipin dikenal dekat dengan elit DPP PDIP dan berpeluang menjadi kandidat alternatif," ujar Direktur SCG Didik Prasetiyono kepada wartawan, di Surabaya, Selasa, 23/7.

    Menurut dia, nama Mas Ipin akan muncul jika DPP PDI Perjuangan mempertimbangkan usia sebagai faktor dalam merebut elektoral.  Mas Ipin adalah putra daerah kelahiran Surabaya dan disebut-sebut layak menjadi wali kota karena kepemimpinannya yang sudah teruji meski usianya masih muda.

    Selain pernah menjabat Wakil Bupati Trenggalek yang kemudian naik jabatan sebagai Bupati Trenggalek, Mas Ipin saat ini tercatat sebagai Ketua KNPI Jatim sekaligus Ketua DPD Taruna Merah Putih Jatim. Dia juga Ketua DPC PDIP Trenggalek, lalu pernah menjadi Sekretaris PW GP Ansor Jatim.

    Sementara itu, nama-nama lain menurut SCG yang dinilai layak menjadi kandidat usungan PDIP, adalah Whisnu Sakti Buana, Puti Guntur Soekarno, Armudji, Ery Cahyadi, dan Hendro Gunawan.

    Didik Prasetiyono menyampaikan bahwa calon wali kota nantinya dapat diketahui dari aspirasi yang dibawa oleh dua "kunci" penting PDIP di Surabaya, yakni Tri Rismaharini dan Bambang Dwi Hartono. Risma, kata dia, dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sehingga preferensinya akan menjadi pertimbangan penting bagi pengambilan keputusan DPP PDIP.

    Sedangkan Bambang DH sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu dan pernah menjabat Wali Kota Surabaya dua periode memiliki posisi strategis dalam pengambilan keputusan DPP. "Pertimbangan-pertimbangannya juga akan menjadi rujukan bagi Megawati dalam memilih kandidat dalam Pilkada Surabaya 2020," kata mantan Komisioner KPU Jatim tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.