Imbauan Prabowo Agar Tak Ada Demo ke MK, Ma'ruf Amin: Bagus Itu

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ma'ruf Amin. instagram.com/khmarufamin_

    Ma'ruf Amin. instagram.com/khmarufamin_

    TEMPO.CO, Sumedang - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyambut baik imbauan Prabowo Subianto yang minta pendukungnya tidak berdatangan ke Gedung Mahkamah Konstitusi atau MK. Menurut Ma'ruf, imbauan itu sudah seharusnya dilakukan sebagai bentuk kepercayanan proses hukum sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019.

    "Ya memang harus seperti itu.  Gugatannya sudah di MK, penyelesaiannya secara konstitusional," kata Ma'ruf Amin usai menghadiri halal bihalal di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 12 Mei 2019.

    Baca Juga: Ma'ruf Amin Tegaskan Bukan Karyawan atau Pejabat BUMN

    Ma'ruf mengatakan, baik pendukung Prabowo - Sandiaga maupun pendukung pasangan capres nomor urut 01 tidak usah menggelar demo di sekitaran Gedung MK. Saatnya pendukung kedua pasangan menahan diri dan mempercayakan semua masalah hasil Pilpres 2019 kepada MK. "Saya kira bagus imbauan itu. Artinya memang harus seperti itu, positif".

    Sebelumnya, Prabowo mengunggah video berdurasi sekitar lima menit di laman Facebook miliknya. Di akun @Prabowo Subianto itu, mantan Komandan Jendral Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini menjelaskan beberapa poin penting terkait jalan yang ditempuh tim Prabowo-Sandi yang memilih menggugat hasil Pilpres ke MK.

    Prabowo meminta agar pendukungnya tidak usah hadir berbondong-bondong ke area gedung MK saat sedang berlangsungnya persidangan sengketa hasil Pilpres 2019. Video itu diunggah pada Selasa, 11 Juni 2019. 

    "Jika saudara benar-benar mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, saya mohon tidak perlu hadir di sekitaran gedung Makhamah Konstitusi. Mungkin ada delegasi yang sekedar menemani tim hukum tapi tidak perlu berbondong-bondong tidak perlu dalam jumlah masa besar. Untuk menghindari fitnah dan provokasi," ucap Prabowo dalam video itu.

    Acara halal bihalal di Sumedang dihadiri sejumlah tokoh Jawa Barat. Di antaranya Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, dan Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan.

    Di acara tersebut, Ma'ruf Amin mendapat pengakuan sebagai keturunan Kerajaan Sumedang. Selain memperoleh pin ia juga diberikan silsilah keturunan leluhur Sumedang, yang merupakan simbol trah Kerajaan Sumedang Larang.

    "Saya bersyukur dalam rangka pertemuan halal bihalal mendapat pin, mendapat legitimasi, pengakuan, bahwa saya adalah Wargi Sumedang," kata Ma’ruf Amin yang merupakan generasi ke-14 dari Prabu Geusan Ulun.

    Ma’ruf Amin berharap, acara halal bihalal menjadi ajang perekat sesama anak
    bangsa, khususnya warga Sumedang. "Tugas kita bersama adalah memberi kebermanfaatan kepada segenap warga dan negara".z

    Simak Juga: VIDEO IMBAUAN PRABOWO

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.