Rekapitulasi Suara Rampung, Pengamanan Gedung KPU Diperketat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif dalam apel persiapan pengamanan aparat gabungan TNI dan Polri terhadap massa aksi 22 Mei 2019 di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin 20 Mei 2019, TEMPO/Ayu Cipta

    Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif dalam apel persiapan pengamanan aparat gabungan TNI dan Polri terhadap massa aksi 22 Mei 2019 di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin 20 Mei 2019, TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamanan di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pascarekapitulasi hasil Pemilu 2019 diperketat. Ribuan petugas gabungan polisi dan TNI sudah bersiaga di depannya sejak pagi tadi, Selasa, 21 Mei 2019.

    Polisi sudah memblokade dua ruas Jalan Imam Bonjol, yang tepat berada di depan gedung KPU dengan kawat berduri. Kendaraan taktis seperti water cannon dan barakuda disiagakan. "Tidak perlu ragu untuk bertindak selama masih dalam aturan yang ada,” kata Kepala Pengamanan Objek KPU Komisaris Besar Edison dalam apel pengamanan yang diikuti personel kepolisian dan TNI, Senin pagi, 22 Mei 2019.

    Baca juga: KPU Tetapkan Jokowi Menang, TKN: Terima Kasih Rakyat Indonesia

    Edison meminta personel memahami tugas pokok dan fungsi menurut Perkap Nomor 16 tahun 2006 tentang pengendalian massa. “Ikuti itu dengan tanggung jawab.” Ia meminta para petugas tidak takut bertindak dalam menghadapi massa yang akan unjuk rasa.

    Apel pengamanan diikuti personel kepolisian dari satuan Brimob, Polisi Satwa, hingga Korps Marinir TNI.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menerangkan sebanyak 45 ribu personel gabungan dari Polri dan TNI disiapkan untuk menyambut penetapan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019. Mereka akan mengawal demonstrasi dan menjaga sejumlah obyek vital.

    Baca juga: KPU Menetapkan Jokowi-Ma'ruf Unggul 55,50 Persen

    Rencananya, massa Persaudaraan Alumni 212 menyatakan akan menyelenggarakan Aksi 22 Mei atau Ifthor Akbar 212 di kantor KPU pada 21 dan 22 Mei. Mereka menuntut agar KPU menghentikan pengumuman hasil penghitungan suara. Namun KPU telah menyelesaikan penghitungan suara dini hari tadi.

    Hasilnya pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul dengan 85.607.362 suara atau sebesar 55,50 persen. Sedangkan, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Salahuddin Uno mendapat 68.650.239 suara atau sebesar 44,50 persen. Total jumlah sah pada pemilu 2019 mencapai 154.257.601.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.