Bawaslu: Penyelenggara Pemilu Tak Perhitungkan Beban Kerja KPPS

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota keluarga memperbaiki posisi foto Sudirdjo, seorang petugas KPPS Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit di Bekasi, Selasa, 23 April 2019. KPU Kota Bekasi mencatat sebanyak tiga orang petugas KPPS meninggal dunia usai bertugas dalam proses pemungutan suara Pemilu serentak 2019. ANTARA/Risky Andrianto

    Anggota keluarga memperbaiki posisi foto Sudirdjo, seorang petugas KPPS Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit di Bekasi, Selasa, 23 April 2019. KPU Kota Bekasi mencatat sebanyak tiga orang petugas KPPS meninggal dunia usai bertugas dalam proses pemungutan suara Pemilu serentak 2019. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengakui jika kebutuhan tenaga medis tidak menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pemilihan umum atau Pemilu 2019. "Tenaga medis tidak menjadi hal yang secara teknis disiapkan secara khusus," katanya dalam diskusi 'Silent Killer Pemilu Serentak' di d'Consulate, Jakarta, Sabtu, 27 April 2019. Akibatnya banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dan sakit saat menjalankan tugas.

    Yang biasa diperhatikan lebih besar oleh penyelenggara pemilu adalah faktor keamanan. "Kalau kesehatan setahu saya memang tidak secara spesifik diberikan."

    Baca: Kubu Jokowi Berencana Beri Santunan Keluarga KPPS Meninggal

    Selain itu, kata dia, banyaknya petugas yang sakit dan meninggal disebabkan juga banyaknya hal yang di luar perkiraan KPU dan Bawaslu saat melakukan simulasi pemungutan suara. Salah satu contohnya adalah kurang diperhitungkannya beban kerja petugas KPPS.

    "Teman-teman dari jajaran KPPS itu tidak hanya bekerja mulai jam 7 pagi tapi dari malam hari dia sudah menyiapkan TPS,” ujar Afif. Itu pun ditambah penghitungan suara yang belum tentu semua lancar.

    Baca: Kemarin, Petugas KPPS Meninggal Bertambah Menjadi 225 orang

    Beban kerja sebesar itu, kata dia, secara tidak langsung membuat kejiwaan petugas KPPS tertekan. "Apalagi semua mata tertuju pada mereka."

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.