Penundaan Pemilu di Papua, KPU Serahkan Solusinya ke KPUD

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kepolisian membantu memindahkan Kotak Suara dari dermaga ke atas kapal di Pelabuhan Perikanan Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 16 April 2019. KPUD Kota Sorong mulai mendistribusikan logistik Pemilu serentak ke 659 TPS. ANTARA/Olha Mulalinda

    Anggota Kepolisian membantu memindahkan Kotak Suara dari dermaga ke atas kapal di Pelabuhan Perikanan Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 16 April 2019. KPUD Kota Sorong mulai mendistribusikan logistik Pemilu serentak ke 659 TPS. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisioner Pemilihan Umum (KPU)  Arief Budiman menyerahkan tindak lanjut atas kisruh pemungutan suara Pemilu 2019 di Provinsi Papua kepada Komisi Pemilihan Umun Daerah Provinsi Papua. Dia menyebut keputusan menggelar pemungutan suara ulang di Papua tak perlu dibawa ke tingkat nasional.

    Baca jugaData Masuk Quick Count di Atas 50 Persen: Jokowi Ungguli Prabowo

    "Kalau problemnya bisa ditangani penyelenggara pemilu setempat, segera tangani secara lokal dan jalankan pemilunya," kata Arief di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Maret 2019

    KPU RI, kata Arief masih menunggu laporan dari KPUD Papua. KPU menunggu laporan secara detil.  Nanti, “Akan direspon dengan melakukan rapat pleno,” kata dia.

    Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menunda melakukan pencoblosan karena kecewa logistik belum lengkap. Ia mengatakan logistik di hampir semua TPS di Distrik Jayapura Selatan belum sampai.

    Komisioner KPU Ilham Saputra menyampaikan soal kelambatan itu akan dicek agar bisa ditentukan letak kesalahannya.Kalau berdasar standart operating prosedur (SOP), Papua menjadi daerah pertama yang mendapatkan distribusi logistik. 

    "Kami juga akan membuat investigasi soal apa yang terjadi di kota Jayapura. Di kota Jayapura kan, di ada dua distrik, tetapi kalo tidak salah sudah direkomendasi untuk besok," ujar Ilham.

    Menurut dia, hasil investigasi yang menjadi landasan untuk menindaklanjuti persoalan di Papua. "Dan bagaimana kemudian Bawaslu melihat kasus ini."

    Dari Papua dikabarkan, bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jayapura, Provinsi Papua merekomendasikan KPU kota setempat melakukan pemilu susulan di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan. Sedangkan, "Di Kampung Enggros yang juga masuk Distrik Abepura, sudah melaksanakan pemungutan suara," kata Ketua Bawaslu Kota Jayapura, Frans Rumsarwir di Jayapura, Rabu.

    Kemudian, kata Frans, di Distrik Jayapura Selatan juga akan dilaksanakan pemilu susulan, kecuali di Kampung Tobati dan Kayu Pulau yang sudah berhasil dilaksanakan.  "KPU Kota Jayapura harus melanjutkan pemilu," kata dia.

    Dia mendapat mendapat informasi dari pengawas di tingkat distrik dan juga pengawas kelurahan kampung bahwa logistik pemilu sudah sampai ke kelurahan dan kampung. "Besok pagi sekitar pukul 04.00 WIT logistik akan disalurkan ke masing-masing TPS," kata dia.

    Frans berharap distribusi dapat dilakukan lebih awal agar bisa sampai di TPS juga lebih awal. “Dengan demikian pelaksanaan pemungutan suara bisa tepat waktu.”

    IRSYAN HASYIM | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.