Salah Duga Soal Kunci Gembok Kotak Suara, Ketua KPPS Ini Ditusuk

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kotak suara/ logistik Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). TEMPO/Bram Selo Agung

    Ilustrasi kotak suara/ logistik Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara membenarkan adanya peristiwa penusukan yang menimpa Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS untuk Pemilu 2019 di Kelurahan Selangit, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, bernama Rio Habibi.

    Baca juga: Tekan Golput, TPS di Batu Ini Tampil Bak Markas Pejuang 45

    Rio ditusuk oleh seorang warga bernama Febri karena dituduh menyembunyikan anak kunci kotak suara saat pencoblosan akan berlangsung. "Salah paham, jadi saat mau mulai pemungutan suara kan buka kotak, kuncinya ada tiga terus kurang satu. Mungkin tersinggung lah ya terus ditusuk ketua KPPS-nya," ujar Zulkarnain saat dikonfirmasi, Rabu, 14 April 2019.

    Peristiwa terjadi pukul 07.00 WIB. Saat itu, pelaku yang merupakan anggota perlindungan masyarakat di TPS 08 diperintahkan untuk mencari kunci kotak suara.

    Namun, dari tiga kunci yang ada, Febri hanya menemukan dua kunci. Ia curiga jika satu kunci lagi dipegang oleh Rio. Kecurigaan itu, membuat pelaku emosi dan menusuk korban di bagian dada.

    "Pelaku curiga kunci itu disembunyikan korban, padahal tidak. Sehingga korban ditusuk bagian dada" kata Zulkarnain. Saat ini, Ketua KPPS Rio Habibi sudah mendapat perawatan di rumah sakit terdekat.

    Baca juga: Anggota KPPS Ini Tagih Kembali Uang yang Dibagikan

    Sementara untuk pelaku, Febri, sudah ditangkap. "Pemilihan tetap berjalan tidak ada masalah," ucap Zulkarnain.

    Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif 2019 serentak digelar pada 17 April, dengan jumlah tempat pemungutan suara se-Indonesia sebanyak 810.329 TPS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.