Jokowi dan Ibu Negara Akan Mencoblos di LAN Pukul 11.00

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Halal Park sebagai Moslem District Destination yang berlokasi di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Halal Park sebagai Moslem District Destination yang berlokasi di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi akan menunaikan pemungutan suara di TPS 08. Lokasi pencoblosan bertempat di Lembaga Administrasi Negara, Jalan Veteran nomor 10, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

    Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Usman Kansong, menyampaikan bahwa Jokowi akan mencoblos di siang hari. "Sekira pukul 11.00." Usman menyampaikan pesan tertulisnya, Selasa malam, 16 April 2019.

    Baca: TPS Tempat Jokowi Nyoblos Mengusung Tema ...

    Jokowi memilih waktu di siang hari untuk memberi kesempatan bagi orang di sekelilingnya, maupun para pewarta yang meliput untuk menggunakan hak pilihnya terlebih dahulu. Belum diketahui apa yang akan dilakukan Jokowi seusai mencoblos.

    Saat diwawancara oleh awak media di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa kemarin, Jokowi mengaku ingin tidur. "(Setelah) Nyoblos ya tidur saja. Capek, istirahat," kata Jokowi sembari tertawa.

    Baca: TKN Laporkan Video Viral Orang Turunkan Foto Presiden Jokowi

    Calon wakil presiden, Ma'ruf Amin, yang mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 tidak mencoblos di tempat tinggalnya di Menteng, Jakarta Pusat. Ma’ruf dan keluarganya, akan mencoblos di lingkungan rumah pribadinya di Koja, Jakarta Utara di TPS 051 Jalan Deli Lorong 27 RT 007/008.

    Calon wakil presiden Jokowi ini sempat berolah raga menggunakan sepeda statis, sarapan, dan minum teh sebelum berangkat ke Koja. Selepas mencoblos, Ma'ruf akan berkumpul bersama keluarga dan memantau hitung cepat di kediamannya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.