TKN Jokowi-Ma'ruf Serukan Pemilu Jujur dan Adil

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir usai menghadiri acara deklarasi dukungan Alumni Theresia di Hotel Alila, Jakarta pada Sabtu, 23 Februari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir usai menghadiri acara deklarasi dukungan Alumni Theresia di Hotel Alila, Jakarta pada Sabtu, 23 Februari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf meminta agar semua pihak mengikuti semua peraturan yang berlaku terkait pengawasan penyelenggaraan pemilu.

    Hal itu ditekankan Erick Thohir karena seminggu menjelang hari pencoblosan, 17 April semakin banyak hoax, berita bhohong, dan fitnah yang semakin masif beredar di masyarakat.

    "TKN menjunjung tinggi, pemilu yang dilaksanakan secara jujur, dan adil. Apabila terjadi kecurangan, hal itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan punya kepentingan untuk mengganggu kelancaran pemilu yang akan dilaksanakan 17 April mendatang," ujar Erick.

    TKN meminta kepada penyelenggara dan pengawasan pemilu, mulai dari KPU, Bawaslu, hingga Panwaslu yang berada di luar negeri untuk jeli terhadap setiap informasi yang diperoleh terkait dengan pelanggaran dan menjalankan proses hukum yang berlaku.

    “Apabila ada orang atau oknum dari kami yang melakukan kecurangan, maka saya minta agar para penegak hukum melakukan penindakan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku,” kata Erick lagi.

    “Saya pastikan sekali lagi, bahwa Pak Jokowi dan TKN selalu menjunjung tinggi asa Pemilu yang jujur dan adil. Kecurangan dari pihak manapun harus ditindaklanjuti dan mengikuti aturan yang berlaku,” kata Erick Thohir lagi menegaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.