Video Viral Camat di Makassar, Syahrul Limpo: Untuk Happy-happy

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Badan Advokasi Hukum DPP Taufik Basari bersama beberapa petinggi Partai Nasdem menunjukkan surat laporan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 17 September 2018. Partai Nasdem resmi melaporkan Rizal Ramli yang diduga melakukan penghinaan, pencemaran nama baik dan fitnah kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam program Sapa Indonesia Malam di Kompas TV pada 4 September 2018, dan program Indonesia Business Forum di TvOne pada 6 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua DPP Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Badan Advokasi Hukum DPP Taufik Basari bersama beberapa petinggi Partai Nasdem menunjukkan surat laporan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 17 September 2018. Partai Nasdem resmi melaporkan Rizal Ramli yang diduga melakukan penghinaan, pencemaran nama baik dan fitnah kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam program Sapa Indonesia Malam di Kompas TV pada 4 September 2018, dan program Indonesia Business Forum di TvOne pada 6 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu memeriksa camat di Makassar yang diduga mendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin pada Jumat, 22 Februari 2019.

    Baca juga: Diduga Dukung Jokowi, Gerindra Adukan Camat Makassar ke Bawaslu

    Mereka diperiksa setelah diadukan oleh kubu Prabowo. Video camat di kota Makassar yang mendukung pasangan nomor urut 01 itu, diawali dengan pernyataan mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan dukungan untuk Jokowi - Amin. Video ini kemudian viral.

    Syahrul Yasin Limpo akhirnya bersuara soal kasus ini. "Yang ada selfie-selfie aja dengan para camat, sebenarnya untuk dokumentasi internal," kata Syahrul kepada Tempo, Jumat 22 Februari 2019.

    Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini mengatakan berswafoto dengan 15 camat di Makassar hanya ajang silaturahmi. "Untuk happy-happy saja, tidak ada niat untuk yang lain," ucap politisi partai NasDem.

    "Kebetulan lama tidak ketemu ya ayo...ayo...kayak begitu saja," lanjut dia.

    Saat ditanya kapan dan dimana video itu diambil, Syahrul mengimbuhkan dirinya akan memberikan keterangan ke Bawaslu Sulsel. "Saya sudah janji dengan Bawaslu tidak akan ganggu proses hukum. Saya tidak bisa berikan keterangan lagi," tutur dia.

    Ia mengaku saat ini 15 camat di Makassar itu sedang diperiksa di Bawaslu Sulsel, apalagi Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan keterangan. "Itu aja kita ikuti, saya tidak bisa beri keterangan lagi."

    Hingga kini seluruh camat di Makasaar masih melakukan klarifikasi di kantor Bawaslu Sulsel. Mereka datang secara bersamaan sejak pukul 11.30 WITA kemudian dilanjutkan lagi seusai salat jumat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.