Bawaslu Periksa Rudiantara soal Polemik Yang Gaji Kamu Siapa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri komunikasi dan Informatika Rudiantara berbicara kepada awak media usai menjalani pemeriksaan di Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Senin 18 Februari 2019. Rudiantara diperiksa terkait ucapan kepada seoranh ASN soal

    Menteri komunikasi dan Informatika Rudiantara berbicara kepada awak media usai menjalani pemeriksaan di Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Senin 18 Februari 2019. Rudiantara diperiksa terkait ucapan kepada seoranh ASN soal "Yang Gaji Kamu Siapa?". Tempo/Syaiful Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memenuhi panggilan pemeriksaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pernyataan 'Yang gaji kamu siapa', Senin malam, 18 Februari 2019. Rudiantara mengatakan dia telah mengklarifikasi pernyataan tersebut kepada Bawaslu.

    Baca: #YangGajiKamuSiapa, Desain Stiker Nomor 2 Dipasang di Kominfo

    "Ya saya sampaikan aja apa adanya," ujar Rudiantara di kantor Bawaslu, Senin, 18 Februari 2019.

    Rudiantara mengatakan dia diberondong 30 pertanyaan oleh Bawaslu seputar polemik ucapan 'Yang gaji kamu siapa'. Dia mengatakan ucapannya itu sama sekali tak berniat untuk mengkampanyekan salah satu pasangan calon. "Ya memang tidak ada niatan untuk kampanye. Tidak ada atribut, tidak ada apa apa," katanya.

    Sebelumnya, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Rudiantara ke Bawaslu pada 1 Februari 2019. ACTA menduga ucapan Rudiantara soal 'Yang gaji kamu siapa' menguntungkan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    Ucapan Rudiantara soal gaji ASN ini sebelumnya terlontar saat acara Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Januari. Rudiantara awalnya menanyai audiens, yang merupakan anak buahnya, ihwal stiker sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di kompleks kementeriannya.

    Pertanyaan voting Rudiantara soal preferensi desain stiker, apakah nomor satu atau nomor dua, itu sontak memancing sorak-sorai pegawai Kominfo. Rudiantara kemudian menyampaikan bahwa voting itu tak terkait dengan pilpres 2019.

    Setelah voting, Rudiantara memutuskan desain yang dipilih ialah yang kedua. Namun, dia lantas memanggil seorang perempuan yang memilih desain nomor dua itu dan menanyai alasannya. Jawaban perempuan itu menjurus ke pilpres 2019.

    "Bismillahhirrahmanirrahim, mungkin terkait keyakinan saja Pak. Keyakinan atas visi misi yang disampaikan nomor dua, yakin saja," kata pegawai itu. Jawaban itu disambut sorakan riuh.

    Rudiantara menukas, dia berujar pertanyaannya menyangkut desain stiker dan bukan pilpres 2019. Berikutnya, dia memanggil orang lain yang memilih desain pertama. Orang itu kemudian menjawab desain stiker pertama lebih cerah.

    "Saya terima alasan yang nomor satu, tapi saya tidak bisa terima alasan nomor dua. Mohon maaf, ibu tidak bicara mengenai desain, terima kasih bu, terima kasih," kata Rudiantara.

    Baca: #YangGajiKamuSiapa, Kubu Jokowi: Itu Reaksi Spontan Rudiantara

    Rudiantara mempersilakan dua pegawai itu turun dari panggung. Namun, saat mereka sedang berjalan, dia memanggil kembali pegawai yang memilih desain stiker nomor dua. "Bu, Bu, yang bayar gaji Ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa?," tanya Rudiantara.

    Pegawai itu pun menjawab pertanyaan soal Yang gaji kamu siapa. Rudiantara kemudian menimpali. "Bukan yang keyakinan Ibu? Ya sudah, makasih."

    SYAFIUL HADI | FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.