Taj Yasin: Mahasiswa Harus Ikut Redam Konflik Jelang Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri ke kanan) Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa wartawan sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    (Kiri ke kanan) Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa wartawan sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jawa Tengah diminta ikut berperan aktif meredam berkembangnya potensi konflik yang muncul di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2019.

    "Para mahasiswa juga diminta melawan isu-isu menyangkut suku, agama, ras, dan antargolongan, hoaks, serta perpecahan dengan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Semarang, Sabtu, 2/2.

    Menurut dia, kalangan mahasiswa juga harus menjadi tonggak dan garda depan dalam memberikan edukasi pentingnya melawan isu hoaks yang memusuhi agama maupun mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini menyebutkan politisasi agama sudah ada setelah meninggalnya Nabi Muhammad saw. saat memilih pemimpin pengganti. Meski begitu upaya menghindari konflik dengan saling menghormati harus dilakukan semua pihak.

    "Perpecahan sekarang ini sudah lebih dahsyat karena dibenturkan dengan agama lain dan golongan, ini berbahaya. Peran pemerintah tentu saja bersama Forkopimda, polisi, TNI, Bawaslu, KPU, kerja sama juga dengan mahasiswa sebagai akademisi meredam konflik isu SARA, yang mengarah pada perpecahan ideologi atau agama," katanya.

    Kendati demikian, Taj Yasin mengakui bahwa antusiasme mahasiswa dalam bidang politik masih rendah sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak.  "Ketika pesta demokrasi, mahasiswa cenderung tidak memilih caleg maupun capres dengan tidak pulang ke kampung halamannya, itu perlu menjadi perhatian khusus," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.