Sindiran Ruhut: Jokowi Cuma Modal Wajah Lugu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penegasan Jokowi itu dilakukannya tepat pukul 14.40 WIB, atau sepulangnya dari blusukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Penegasan Jokowi itu dilakukannya tepat pukul 14.40 WIB, atau sepulangnya dari blusukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menyambut negatif pendeklarasian Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Menurut Ruhut, Jokowi tak memiliki cukup modal untuk memimpin negara. "Dia enggak layak maju capres. Cuma modal wajah lugu saja," kata Ruhut saat dihubungi Tempo, Sabtu, 15 Maret 2014. 

    Menurut Ruhut, selama dua tahun menjadi gubernur, Jokowi belum berhasil memenuhi janjinya kepada warga DKI Jakarta. Saat maju sebagai gubernur setelah mengalahkan Fauzi Bowo, yang dijagokan Demokrat, Jokowi berjanji akan membenahi Jakarta selama lima tahun, di antaranya mengatasi kemacetan dan banjir serta memperbaiki layanan publik. (Baca: Sinisnya Ruhut: Jokowi Anak Kos Kok Nyapres?). 

    Kenyataannya, Ruhut melanjutkan, belum selesai mengemban amanah, Jokowi sudah berkhianat dan meninggalkan warga Jakarta. Jokowi, kata Ruhut, juga telah menipu rakyat Jakarta dengan janji kosong. "Dulu waktu maju, rakyat berpikir, si lugu ini boleh juga jadi gubernur, suka blusukan sana-sini, tapi sekarang lihat, dong, ditipunya semua rakyat." (Baca: Siapa Cawapres Jokowi? Ini Kata Puan Maharani).

    Ruhut berharap pada pemilu nanti masyarakat tak lagi percaya dengan janji-janji manis. Dia mencontohkan, saat berkampanye, Foke--sapaan Fauzi Bowo--tak banyak berjanji, tapi kerja nyatanya banyak dirasakan warga Jakarta selama memimpin DKI. Misalnya, pengobatan murah dan perbaikan busway. "Yang dikerjakan Jokowi sekarang hanya melanjutkan tugas Foke."

    Pada Jumat, 14 Maret 2014, PDI Perjuangan mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. Pendeklarasian ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kantor PDIP. Pada waktu yang bersamaan Jokowi tengah berada di Rumah Si Pitung, Jakarta Utara. Sedangkan Demokrat belum menentukan calon presiden. Proses pemilihan capres Demokrat baru sampai pada tahap sosialisasi visi dan misi sebelas peserta konvensi. (Baca: Jokowi Capres, Ahok: Orang Anggap Remeh Megawati).  

    IRA GUSLINA SUFA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.