Diusir Mahasiswa Bandung, Prabowo Kecewa Berat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto. TEMPO/Iqbal lubis

    Prabowo Subianto. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sudaryono, mengatakan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto kecewa karena batal menjadi pembicara dalam acara Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara di Hotel Savoy, Bandung. Setelah menunggu acara yang molor hampir setengah jam, akhirnya Prabowo menghadiri undangan lain di Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

    Menurut Sudaryono, ada masalah internal dari mahasiswa mengenai kedatangan Prabowo yang semula diundang sebagai tokoh nasional dalam acara tersebut. “Kami tidak mau men-judgement para mahasiswa, dinamika politik di kalangan mereka itu wajar, tapi ada konflik internal di kalangan mahasiswa,” katanya di Bandung, Rabu, 5 Maret 2014. (Baca: Alasan Mahasiswa Usir Prabowo dari Hotel Savoy).  

    Kedatangan Prabowo menjadi pembicara di acara tersebut membuat ratusan mahasiswa yang hadir berselisih pendapat. “Kami mahasiswa independen, acara ini tidak boleh dipolitisasi,” kata salah seorang mahasiswa dalam diskusi tertutup di Hotel Savoy. Mereka menolak kedatangan Prabowo yang dianggap masih terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia. (Baca: Prabowo Ditolak Sebagian Mahasiswa Nusantara).

    Sementara, mahasiswa Bandung yang menjadi tuan rumah penyelenggara acara mengatakan, kedatangan Prabowo seharusnya bukan dilihat dari sosoknya yang mencalonkan diri menjadi Presiden, tapi konsep visioner yang dia usung untuk Indonesia. “Terserah kawan-kawan. Lihat konsepnya bukan orangnya,” ujar salah seorang mahasiswa di depan forum.

    Sementara, mahasiwa lain yang menggunakan kemeja bertuliskan BEM Universitas Komputer Indonesia mengatakan, pro-kontra kedatangan tokoh nasional yang digadang menjadi calon presiden itu wajar. Karena mahasiswa punya ideologi masing-masing. “Setiap orang punya ideologis sendiri, namun kita tetap fokus menjadi BEM yang independen."

    RISANTI

    Berita Terkait

    Diusir Mahasiswa Bandung, Prabowo Kecewa Berat
    Jelang Pemilu, Transaksi Mencurigakan Meningkat 
    Panwaslu Desak Mobil Dinas Dikandangkan Sebelum Kampanye
    KPU Yakin Surat Suara Beres Seratus Persen
    WNI di Hong Kong dan Shanghai Nyoblos 30 Maret


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.