Bawaslu Tunggu Sikap Dewan Pers Soal Tabloid Indonesia Barokah

Reporter

Antara

Senin, 28 Januari 2019 20:52 WIB

Petugas Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Klojen menunjukkan tabloid Indonesia Barokah di ruang antaran Kantor Pos Pusat Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 28 Januarai 2019. Paket berisi tabloid Indonesia Barokah itu beralamat tujuan sejumlah pesantren dan masjid di Malang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Bawaslu Sumatera Barat masih menunggu sikap resmi dari Dewan Pers terkait peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang telah sampai ke provinsi itu. "Hingga saat ini Bawaslu belum menemukan unsur pelanggaran Pemilu terkait peredaran Tabloid Indonesia Barokah," kata Komisioner Bawaslu Sumbar Vifner di Padang, Senin, 28/1.

Ia mengemukakan hal itu saat berkunjung ke Kantor Pos Padang mengecek hasil pengungkapan dikirimnya 161 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah ke Sumbar.
Menurut dia dalam peredaran tersebut ada dugaan pelanggaran UU No 40/1999 tentang Pers.

"Bawaslu sebagai lembaga yang menerima aduan terhadap pelanggaran pemilu tetap melakukan antisipasi sejak awal," ujar dia. Bawaslu khawatir jika tabloid tersebut beredar akan menimbulkan keresahan.

Vifner mengimbau kantor pos menahan distribusi terlebih dahulu guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Ia menilai peredaran tabloid ini berpotensi merugikan salah satu calon presiden. Sikap terbaik adalah menangguhkan pengiriman.

Sebelumnya Kantor Pos Padang, Sumatera Barat, berhasil mengungkap pengiriman 161 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah yang ditujukan kepada pondok pesantren dan masjid di provinsi itu. "Kami menerima kiriman tersebut pada Sabtu (26/1) dari Kantor Pos Jakarta Selatan. Setelah dibuka dan diperiksa pengirim adalah redaksi Tabloid Indonesia Barokah," kata Kepala Kantor Pos Padang Sartono.

Tabloid tersebut dimasukkan dalam amplop berwarna cokelat dan tertera alamat yang dituju. Penulisan alamat diketik melalui komputer kemudian dicetak dan pada bagian bawah tertulis SIP Redaksi Tabloid Indonesia Barokah Pondok Melati Bekasi.

Kiriman tersebut ditujukan kepada pondok pesantren dan masjid terdiri atas Padang 20 sampul, Pariaman 33, Painan 10, Bukittinggi 36, Payakumbuh 19, Lubuk Sikaping 12, Padang panjang 2. Kemudian, Solok 20 dan Sawahlunto 9. Jadi total 161 ada sampul yang semuanya dikirim melalui jalur darat dari Jakarta.

ANTARA

Advertising
Advertising

Berita terkait

Tabloid Indonesia Barokah Dongkrak Suara Jokowi - Ma'ruf di Jabar

24 Februari 2019

Tabloid Indonesia Barokah Dongkrak Suara Jokowi - Ma'ruf di Jabar

Menggarap pemilih perkotaan, kubu Jokowi - Ma'ruf mengandalkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca Selengkapnya

Tabloid Pembawa Pesan Bersampul Jokowi, Ini Temuan Bawaslu

1 Februari 2019

Tabloid Pembawa Pesan Bersampul Jokowi, Ini Temuan Bawaslu

Bawaslu DKI masih menggali apakah Tabloid Pembawa Pesan bersampul Presiden Jokowi bermuatan kampanye hitam.

Baca Selengkapnya

Polri Minta Masyarakat Tak Perbanyak Tabloid Indonesia Barokah

30 Januari 2019

Polri Minta Masyarakat Tak Perbanyak Tabloid Indonesia Barokah

Tabloid Indonesia Barokah beredar dalam format digital di internet.

Baca Selengkapnya

Polri Pelajari Masukan Dewan Pers Soal Tabloid Indonesia Barokah

30 Januari 2019

Polri Pelajari Masukan Dewan Pers Soal Tabloid Indonesia Barokah

Sebelumnya, hasil rapat pleno Dewan Pers pada 29 Januari 2019 memutuskan Tabloid Indonesia Barokah tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan pers.

Baca Selengkapnya

Tabloid Indonesia Barokah Dikirim Hampir ke Seluruh Indonesia

30 Januari 2019

Tabloid Indonesia Barokah Dikirim Hampir ke Seluruh Indonesia

Peredaran tabloid Indonesia Barokah di Jawa Barat sudah menembus 21 kabupaten dan kota. Peredaran di DI Yogyakarta yang paling luas.

Baca Selengkapnya

Polri Bentuk Tim Selidiki Peredaran Tabloid Indonesia Barokah

30 Januari 2019

Polri Bentuk Tim Selidiki Peredaran Tabloid Indonesia Barokah

Dewan Pers telah menyerahkan hasil kajian terhadap Tabloid Indonesia Barokah ke kepolisian.

Baca Selengkapnya

Luhut Menilai Tabloid Indonesia Barokah Tidak Sebarkan Hoax

30 Januari 2019

Luhut Menilai Tabloid Indonesia Barokah Tidak Sebarkan Hoax

Luhut tidak mempersoalkan peredaran Tabloid Indonesia Barokah apabila isinya benar.

Baca Selengkapnya

JK Sebut Tabloid Indonesia Barokah Tak Ada Kaitannya dengan TKN

29 Januari 2019

JK Sebut Tabloid Indonesia Barokah Tak Ada Kaitannya dengan TKN

Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Irfan Wahid dituding sebagai dalang di balik tabloid Indonesia Barokah.

Baca Selengkapnya

Kata Bawaslu Soal Ipang Wahid dan Tabloid Indonesia Barokah

29 Januari 2019

Kata Bawaslu Soal Ipang Wahid dan Tabloid Indonesia Barokah

Bawaslu masih akan melihat apakah tudingan bahwa Ipang Wahid terlibat dalam pembuatan Tabloid Indonesia Barokah benar atau tidak.

Baca Selengkapnya

Bawaslu Investigasi Dalang Tabloid Indonesia Barokah

29 Januari 2019

Bawaslu Investigasi Dalang Tabloid Indonesia Barokah

Saat ini Bawaslu baru sebatas mencegah peredaran tabloid Indonesia Barokah.

Baca Selengkapnya