Alasan KPU Laporkan Ancaman Penculikan

Reporter

Editor

Sundari

Senin, 11 Agustus 2014 06:21 WIB

Massa pendukung Prabowo membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di Gedung KPU, Jakarta, 4 Agustus 2014. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ramai-ramai mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dinihari ini, Senin, 11 Agustus 2014. Kedatangan mereka bertujuan melaporkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Gerakan Indonesia Raya DKI Jakarta M. Taufik atas rencana penculikan kepada Ketua KPU Husni Kamil Manik. (Baca: Ketua DPD Gerindra Ancam Tangkap Ketua KPU)

Dari pantauan Tempo, enam komisioner KPU yang menumpang enam mobil dinas mendatangi Mabes Polri pukul 00.32 WIB dinihari tadi. Mereka adalah Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Sigit Pamungkas, Arief Budiman, Ida Budiati, dan Juri Ardiantoro. (Baca: Diancam Mau Diculik, Ketua KPU: Untuk Apa?)

Saat dikonfirmasi Tempo, keenamnya membenarkan pihak yang dilaporkan adalah M. Taufik. "Seperti yang ditulis di Koran Tempo," kata Hadar saat ditemui di Mabes, Senin, 11 Agustus 2014. Selain itu, ujar Hadar, ancaman tersebut dianggap serius karena pihak yang berencana menculik membenarkan berita ini saat dikonfirmasi sebuah televisi swasta. (Baca: Polisi Tolak Laporan Fadli Zon Ihwal Ketua KPU)

Sementara itu, 23 menit kemudian, yakni tepatnya pukul 00.55 WIB, Husni Kamil Manik tiba di lokasi. Husni yang mengenakan baju koko putih hanya membalas senyuman para pewarta media yang telah menunggunya.

Kepada pewarta, ia mengungkapkan alasan pelaporan karena integritas institusi. "Ini sudah menyangkut institusi," tuturnya. Husni kemudian masuk ke ruang Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk memberikan keterangan dengan didampingi Hadar dan Ferry.

Sebelumnya, M. Taufik secara terang-terangan meminta pihak kepolisian menangkap Ketua KPU Husni Kamil Manik. Pihaknya mengklaim penyelenggaraan pemilihan presiden dinodai berbagai kecurangan. "Jika kepolisian tidak menangkap, kami yang akan tangkap," ujarnya saat melakukan konferensi terkait dengan sidang sengketa perselisihan hasil penetapan pemilihan umum presiden, Ahad, 10 Agustus 2014.

Taufik mengatakan pihaknya pada Senin, 10 Agustus 2014, akan mendatangi Mabes Polri serta memberikan replika Ketua KPU. Replika itu diperankan relawan yang menggunakan topeng Husni. "Ini replika Husni, sekarang ente (polisi) tangkap yang asli," ujarnya.

Dia menilai wajar bila masyarakat marah terhadap pihak penegak hukum yang tidak berani menjalankan tugas. KPU dinilai telah melakukan kecurangan. "Wajar masyarakat marah terhadap oknum yang tidak berani menegakkan hukum," katanya.

Selain itu, Taufik menuturkan massa pendukung Prabowo-Hatta akan melakukan aksi damai di Mahkamah Konstitusi dengan personel yang lebih banyak dari sebelumnya. "Kami akan kepung MK, baik di depan maupun di belakang gedung."

FEBRIANA FIRDAUS


Baca juga:
Warga Solo Hapus Mural Bergambar Bendera ISIS
KPK Periksa Ajudan Bupati Karawang
Agnes Mo dan Siwon Super Junior Saling Merindu
OPM Serang Konvoi Brimob di Papua

Berita terkait

Palti Hutabarat Didakwa Pasal Berlapis di Kasus Rekaman Suara Kades Diminta Menangkan Prabowo

2 hari lalu

Palti Hutabarat Didakwa Pasal Berlapis di Kasus Rekaman Suara Kades Diminta Menangkan Prabowo

Kasus Palti Hutabarat ini bermula saat beredar video dengan rekaman suara tentang arahan untuk kepala desa agar memenangkan Prabowo-Gibran

Baca Selengkapnya

Saksi Ahli Sebut Ucapan Adam Deni Tuduhan tapi Dampaknya Menistakan Nama Baik Ahmad Sahroni

32 hari lalu

Saksi Ahli Sebut Ucapan Adam Deni Tuduhan tapi Dampaknya Menistakan Nama Baik Ahmad Sahroni

Pegiat media sosial, Adam Deni Gearaka, kembali menjalani sidang perkara pencemaran nama baik Ahmad Sahroni

Baca Selengkapnya

ICJR Ungkap 4 Alasan Aktivis Lingkungan Karimunjawa Daniel Frits Harus Diputus Bebas

32 hari lalu

ICJR Ungkap 4 Alasan Aktivis Lingkungan Karimunjawa Daniel Frits Harus Diputus Bebas

Aktivis lingkungan Karimunjawa Daniel Frits dikriminalisasi setelah memberi komentar soal rencana tambak udang di Karimunjawa.

Baca Selengkapnya

Kalapas Cipinang Bantah Petugas Lapas Aniaya Adam Deni, Terdakwa Pencemaran Nama Baik Ahmad Sahroni

33 hari lalu

Kalapas Cipinang Bantah Petugas Lapas Aniaya Adam Deni, Terdakwa Pencemaran Nama Baik Ahmad Sahroni

Kalapas Kelas I Cipinang memastikan tidak ada kekerasan terhadap Adam Deni, tersangka pencemaran nama baik politikus Nasdem Ahmad Sahroni

Baca Selengkapnya

MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik, SAFEnet: Bentuk Pengakuan Banyak Kriminalisasi Selama Ini

34 hari lalu

MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik, SAFEnet: Bentuk Pengakuan Banyak Kriminalisasi Selama Ini

MK menghapus Pasal 14 dan Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 dan Pasal 310 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik

Baca Selengkapnya

MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik, Polisi Sebut akan Beradaptasi dan Patuh

35 hari lalu

MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik, Polisi Sebut akan Beradaptasi dan Patuh

Polri menyatakan akan beradaptasi dengan keputusan MK yang menghapus pasal pencemaran nama baik

Baca Selengkapnya

Amar Putusan MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik dan Berita Bohong, Begini Bunyinya

36 hari lalu

Amar Putusan MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik dan Berita Bohong, Begini Bunyinya

MK resmi hapus pasal berita bohong dan pencemaran nama baik. Begini bunyi amar putusan dari MK dan isi pasal tersebut?

Baca Selengkapnya

MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik dan Berita Bohong

37 hari lalu

MK Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik dan Berita Bohong

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian uji materi yang diajukan Haris Azhar dkk. Salah satunya menghapus pasal pencemaran nama baik

Baca Selengkapnya

UU Pers Jamin Kerahasiaan Narasumber, Apa Maksud Bahlil Laporkan Narasumber Tempo ke Polisi?

38 hari lalu

UU Pers Jamin Kerahasiaan Narasumber, Apa Maksud Bahlil Laporkan Narasumber Tempo ke Polisi?

UU Pers memberikan pers kekuatan untuk menolak mengungkapkan identitas narasumber yang tidak ingin diungkapkan, jika diminta oleh pihak tertentu.

Baca Selengkapnya

Sidang Lanjutan Pencemaran Nama Baik Ahmad Sahroni oleh Adam Deni Batal Digelar Hari Ini

44 hari lalu

Sidang Lanjutan Pencemaran Nama Baik Ahmad Sahroni oleh Adam Deni Batal Digelar Hari Ini

Persidangan Adam Deni Gearaka dengan agenda pemeriksaan saksi atas kasus pencemaran nama baik berupa pembungkaman Rp 30 miliar batal digelar hari ini.

Baca Selengkapnya