Suryadharma Berharap Poros Tengah Bangkit Lagi  

Reporter

Editor

Elik Susanto

Jumat, 7 Februari 2014 09:11 WIB

TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suryadharma Ali, menilai koalisi partai poros tengah masih relevan untuk diusulkan dalam Pemilu 2014. Dia melihat kemungkinan besar koalisi ini akan terjadi lagi dalam pemilihan presiden tahun ini. "Jika benar terjadi, harus ada tambahan kekuatan dibandingkan dengan yang sebelumnya," kata dia di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra III Nomor 9, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2014.

Menurut dia, kekuatan tambahan yang dimaksud adalah partai selain partai poros tengah. Tujuannya, kata dia, selain menambah kekuatan koalisi, juga untuk menyatukan pendapat bagaimana menyelesaikan masalah bangsa ini dalam satu kepala. (Baca: Poros Tengah Jilid II Hanya Wacana)

Poros tengah yang dipelopori mantan Ketua Partai Amanat Nasional Amien Rais dianggap berhasil pada Pemilu 1999 silam. Koalisi yang terdiri dari partai menengah, seperti Partai Kebangkitan Bangsa, PPP, dan PAN ini mengalahkan kekuatan partai besar seperti PDI Perjuangan, yang saat itu memenangkan pemilu. Namun, saat pemilihan presiden, Megawati Soekarnoputri yang dicalonkan PDI Perjuangan sebagai presiden kalah dengan calon yang diusung poros tengah, yaitu Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Suryadharma menyatakan tidak ada kendala yang berarti jika partai-partai poros tengah ingin berkoalisi. Sebab, menurut dia, ketua umum dari ketiga partai poros tengah saat ini duduk di kabinet pemerintahan, yakni, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan dia sendiri. "Sangat mudah bagi kami untuk berkoalisi mengingat tidak ada masalah yang berarti," ujarnya.

Suryadharma menyatakan koalisi poros tengah jilid II ini harus bisa menyelesaikan masalah bangsa. Namun, menurut dia, koalisi partai baru akan terbentuk setelah pemilu legislatif. Artinya, "Setelah tahu kekuatan yang ada dari masing-masing partai."

PPP, kata Suryadharma, merupakan partai terbuka untuk berkoalisi dengan partai mana pun. Hanya saja, ujarnya, pembentukan koalisi partai harus memperhitungkan semua aspek. "Tidak bisa main-main," kata dia.

Pada 7 hingga 9 September 2014 mendatang, PPP akan mengadakan Musyawarah Kerja Nasional Kedua di Bandung, Jawa Barat. Mukernas kali ini akan menentukan calon presiden dari PPP. Penentuan tersebut akan melalui mekanisme seperti aklamasi atau pengambilan suara. Selain itu, Mukernas ini juga akan mengevaluasi kekuatan PPP menjelang pemilu legislator.

AMRI MAHBUB

Berita Terkait

Hanya Jokowi yang Masuk Kriteria Capres Habibie
Di Mata Najwa, BJ Habibie Tak Kenal Rhoma Irama
Anas Sebut Ada Perintah Politik SBY Soal Century
Ini Model yang Diduga Selingkuhan Bill Clinton

Berita terkait

PPP Ajukan Gugatan PHPU ke MK: Sebut Hilang Suara di Sejumlah Dapil dan Keyakinan Sandiaga Uno

33 hari lalu

PPP Ajukan Gugatan PHPU ke MK: Sebut Hilang Suara di Sejumlah Dapil dan Keyakinan Sandiaga Uno

PPP resmi mendaftarkan PHPU ke MK. Berikut pernyataan Ketua DPP PPP Achmad Baidowi dan keyakinan Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno.

Baca Selengkapnya

Alasan PPP Belum Bersikap soal Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

36 hari lalu

Alasan PPP Belum Bersikap soal Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024

Partai Persatuan Pembangunan menyatakan masih fokus untuk mencermati perolehan suara yang ditengarai terdapat selisih hasil.

Baca Selengkapnya

Partai Persatuan Pembangunan Tidak Lolos Ambang Batas Parlemen

36 hari lalu

Partai Persatuan Pembangunan Tidak Lolos Ambang Batas Parlemen

Partai Persatuan Pembangunan tidak lolos syarat ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Mengapa bisa terjadi?

Baca Selengkapnya

PPP Sebut Hak Angket Pemilu Cuma Wacana di DPR

36 hari lalu

PPP Sebut Hak Angket Pemilu Cuma Wacana di DPR

Ketua Fraksi PPP Amir Uksara mengatakan belum ada pergerakan untuk menggulirkan hak angket di DPR.

Baca Selengkapnya

Catatan Perolehan Suara Peserta Pemilu Pasca Reformasi, Siapa Jawaranya?

19 Februari 2024

Catatan Perolehan Suara Peserta Pemilu Pasca Reformasi, Siapa Jawaranya?

Pelaksanaan pemilu dalam era reformasi telah dilakukan enam kali, yaitu Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, Pemilu 2014, Pemilu 2019 dan Pemilu 2024.

Baca Selengkapnya

Selama 3 Periode Pemilu, 3 Partai Politik Ini Peringkat Atas Pemilihan Legislatif

18 Februari 2024

Selama 3 Periode Pemilu, 3 Partai Politik Ini Peringkat Atas Pemilihan Legislatif

Sejak Pemilu 2014 sampai Pemilu 2024, terdapat tiga besar partai politik yang selalu memuncaki pemilihan legislatif (Pileg). Apa saja?

Baca Selengkapnya

Pejuang PPP Dukung Prabowo, Ketua DPP: Kami Solid

30 Desember 2023

Pejuang PPP Dukung Prabowo, Ketua DPP: Kami Solid

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi atau Awiek menegaskan bahwa partainya solid.

Baca Selengkapnya

Politik Makan Siang Jokowi Bersama Capres, SBY Pernah Buka Puasa Bersama Capres-Cawapres Pemilu 2014

1 November 2023

Politik Makan Siang Jokowi Bersama Capres, SBY Pernah Buka Puasa Bersama Capres-Cawapres Pemilu 2014

Jokowi mengundang makan siang 3 capres. Langkah yang sebelumnya pernah dilakukan SBY pada 2014, mengundang buka puasa bersama capres-cawapres.

Baca Selengkapnya

Relawan Jokowi se Jatim Dukung Prabowo Dinilai Hanya Manuver Murahan

7 Agustus 2023

Relawan Jokowi se Jatim Dukung Prabowo Dinilai Hanya Manuver Murahan

Relawan Jokowi yang mendukung Prabowo di Jatim dianggap tak memiliki jejak rekam mendukung Jokowi di Pemilu 2019.

Baca Selengkapnya

Sandiaga Uno Sebut Kesamaan Visi dengan Ganjar Pranowo: Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru

23 Juli 2023

Sandiaga Uno Sebut Kesamaan Visi dengan Ganjar Pranowo: Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru

Sandiaga Uno mengatakan memiliki visi yang sama dengan Ganjar Pranowo yaitu menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru.

Baca Selengkapnya