Caleg Dinasti Politik Dianggap Suka Ingkar Janji  

Reporter

Editor

Bobby Chandra

Jumat, 21 Maret 2014 15:22 WIB

Calon Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) bersama istri Ayunsri Harahap (kanan), menunjukkan bukti selesai menggunakan suara dalam pilkada di TPS 01 SD Mangkura, Makassar, Selasa (22/1). Hari ini warga Sulsel memberikan hak suara mereka dengan memilih salah satu dari tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2013-2018. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Makassar - Sejumlah ketua umum partai politik begitu antusias memasang keluarganya menjadi calon anggota legislatif untuk menduduki kursi DPR dan DPRD dalam Pemilihan Umum 2014. Namun bukan jaminan mereka akan dipilih oleh masyarakat.

Di Makassar, misalnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Sulawesi Selatan yang juga Gubernur Syahrul Yasin Limpo memasang anggota keluarganya sebagai calon legsilator, yakni Adnan Puritcha Ichsan Yasin Limpo, Dewi Yasin limpo, Tenri Yasin Limpo, dan Indira Chunda Yasin Limpo. (Baca: Kurang Promosi, Separuh Pemilih Tak kenal Caleg).

Humaerah Jaju, warga Makassar, mengaku mengenal calon legislator yang berasal dari keluarga dinasti Limpo itu. "Semuanya saya kenal baik, tapi saya tidak akan pilih. Di antara nama itu, mereka inkumben tapi tidak ada bukti jelas hasil kerja dan posisi mereka sebagai wakil rakyat," katanya kepada Tempo, Kamis, 20 Maret.

Humaerah lebih memilih mencari calon legislator yang baru dengan harapan serta bukti kerja yang lebih transparan dan inovatif. Ibu satu anak ini mengatakan calon yang sudah dikenal atau inkumben banyak yang sudah tidak bisa dipercaya lagi karena ternyata janji sebelumnya banyak yang tidak ditepati. (Baca: Promo Caleg: Door to Door hingga Bagi Suvenir).

"Calon pemilih harus mengetahui latar belakang calon yang akan dipilih, termasuk pekerjaannya. Calon yang baru maju harus rajin mensosialisasikan diri meyakinkan pemilih jika mereka layak dipilih dengan ide atau visi-misi prorakyat dan transparansi," tuturnya.

Hal senada diamini Iksan. Menurut mahasiswa Universitas Muslim Indonesia itu, calon legislator dari keluarga pejabat atau keluarga dinasti tidak akan dipilihnya. Sebab, mereka hanya mengejar materi tapi tidak memikirkan nasib rakyat. (Baca juga: Caleg Impian: Rajin Blusukan, Royal, dan Ikhlas).

Ketika dikonfirmasi, Adnan Puritcha Ichsan Yasin Limpo mengatakan, meski dirinya berasal dari keluarga pejabat, tapi hal itu tidak digunakannya agar dapat dipilih. Karena itulah, kata Adnan, masyarakat diberikan ruang yang cukup luas untuk memilih caleg yang dianggap layak dan pantas.

"Ayah saya memang Bupati Gowa (Ichsan Yasin Limpo), tapi periode lalu saya tidak mengambil daerah pemilihan ini," ucapnya. Adapun ibunya, Dewi Yasin Limpo, sama-sama calon legislator tapi beda partai. "Jadi tidak ada hubungannya dengan saya." (Lebih jauh soal dinasti politik sila klik di sini)

ARDIANSYAH RAZAK BAKRI

Berita terkait

Ketahui 3 Aturan Baru Tentang Kepala Desa Dalam UU Desa

1 hari lalu

Ketahui 3 Aturan Baru Tentang Kepala Desa Dalam UU Desa

Pemerintah akhirnya mengesahkan UU Desa terbaru yang telah diteken Jokowi dan diwacanakan perubahannya sejak Mei 2022. Apa saja aturan barunya?

Baca Selengkapnya

Permintaan Tambah Masa Jabatan Kepala Desa Dikabulkan, Kok Bisa?

1 hari lalu

Permintaan Tambah Masa Jabatan Kepala Desa Dikabulkan, Kok Bisa?

Permintaan para kepala desa agar masa jabatannya ditambah akhirnya dikabulkan pemerintah. Samakah hasilnya dengan UU Desa?

Baca Selengkapnya

DPR Agendakan Rapat Evaluasi Pemilu 2024 dengan KPU pada 15 Mei

1 hari lalu

DPR Agendakan Rapat Evaluasi Pemilu 2024 dengan KPU pada 15 Mei

KPU sebelumnya tidak menghadiri undangan rapat Komisi II DPR karena bertepatan dengan masa agenda sidang sengketa Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya

Amnesty Desak DPR dan Pemerintah Buat Aturan Ketat Impor Spyware

2 hari lalu

Amnesty Desak DPR dan Pemerintah Buat Aturan Ketat Impor Spyware

Amnesty mendesak DPR dan pemerintah membuat peraturan ketat terhadap spyware yang sangat invasif dan dipakai untuk melanggar HAM

Baca Selengkapnya

KPK Temukan Dokumen dan Bukti Elektronik soal Proyek Pengadaan Rumah Dinas saat Geledah Kantor Setjen DPR

3 hari lalu

KPK Temukan Dokumen dan Bukti Elektronik soal Proyek Pengadaan Rumah Dinas saat Geledah Kantor Setjen DPR

KPK menemukan beberapa dokumen yang berhubungan dengan proyek dugaan korupsi pengadaan perlengkapan rumah dinas DPR dalam penggeledahan.

Baca Selengkapnya

Said Iqbal Yakin Partai Buruh Masuk Senayan pada Pemilu 2029

4 hari lalu

Said Iqbal Yakin Partai Buruh Masuk Senayan pada Pemilu 2029

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyakini partainya masuk ke Senayan pada pemilu 2029 mendatang.

Baca Selengkapnya

KPK Geledah Gedung Setjen DPR, Simak 5 Poin tentang Kasus Ini

4 hari lalu

KPK Geledah Gedung Setjen DPR, Simak 5 Poin tentang Kasus Ini

KPK melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR RI tahun anggaran 2020

Baca Selengkapnya

Reaksi DPR Soal Arab Saudi Izinkan Pemegang Semua Jenis Visa Lakukan Umrah

4 hari lalu

Reaksi DPR Soal Arab Saudi Izinkan Pemegang Semua Jenis Visa Lakukan Umrah

DPR menyatakan kebijakan Arab Saudi bertolak belakang dengan Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Baca Selengkapnya

Ditolak Partai Gelora untuk Gabung Kubu Prabowo, PKS Tak Masalah Jadi Koalisi atau Oposisi

5 hari lalu

Ditolak Partai Gelora untuk Gabung Kubu Prabowo, PKS Tak Masalah Jadi Koalisi atau Oposisi

Partai Gelora menyebut PKS selalu menyerang Prabowo-Gibran selama kampanye Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya

Gerindra Klaim Suaranya di Papua Tengah Dirampok

6 hari lalu

Gerindra Klaim Suaranya di Papua Tengah Dirampok

Gerindra menggugat di MK, karena perolehan suaranya di DPR RI dapil Papua Tengah menghilang.

Baca Selengkapnya