Petualangan Politik Amien Rais, Ikut Gulingkan Orde Baru hingga Dirikan Partai Ummat

image-gnews
Amien Rais. TEMPO/Fransiskus S
Amien Rais. TEMPO/Fransiskus S
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Amien Rais merupakan salah satu tokoh politik senior di Indonesia. Ia turut berperan dalam reformasi 1998 yang berhasil menggulingkan Presiden Soeharto. Terjun ke dunia politik selama puluhan tahun, Amien Rais saat ini sedang mengembangkan Partai Ummat yang ia dirikan tiga tahun lalu. 

Amien Rais dianggap sebagai salah satu pilar penting politik di Indonesia yang ikut membidani lahirnya reformasi dan berakhirnya era pemerintahan Orde Baru. Mengutip dari repository Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, Amien Rais lahir pada 26 April 1944 di Solo dengan nama kecil Mohammad Amien. Ia dilahirkan dari keluarga yang memiliki tradisi keIslaman dan lingkungan Muhammadiyah yang kental. 

Amien Rais lahir dari pasangan ayah bernama Syuhud Rais dan ibunya yang bernama Sudalmiyah. Ayahnya merupakan seorang aktivis yang memiliki latar belakang pendidikan Madrasah Mualimin Muhammadiyah, sebuah sekolah kader Muhammadiyah yang paling tua dan terkemuka di Yogyakarta.

Sejak di bangku kuliah Amien sudah aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan. Di antaranya, ia dikenal sebagai salah satu pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan sempat menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta.

Amien Rais mengambil kuliah di bidang politik Universitas Gadjah Mada, yang di kemudian hari menjadi keahliannya. Skripsinya yang menyoroti politik luar negeri Israel berhasil mendapatkan nilai A dan Amien berkesempatan melanjutkan studi hingga program doktoral di beberapa universitas ternama luar negeri. 

Diketahui, ia juga pernah melanjutkan studi di Notre Dame Catholic University di jurusan Political Science, dan lulus pada 1974. Tidak hanya itu, ia juga sempat menimba ilmu di Al-Azhar University, Kairo, Mesir dan mengenggam gelar Ph.D dalam bidang ilmu politik dari Chicago University. 

Disertasinya kala itu menyorot soal Timur Tengah dan semakin memperdalam dua bidang kajian yang sangat lekat dengan hidup Amien Rais, yaitu politik dan Islam.

Sejak masa sekolah, Amien Rais telah aktif menulis. Ia aktif memberikan suara dan kritikan melalui tulisan, salah satunya dengan menjadi penulis tetap di Harian Umum Republika dan menulis sejumlah buku tentang politik dan Islam. Dia adalah tokoh yang vokal menyerukan pendapat dan terang-terangan mengkritik kebobrokan pemerintahan orde baru yang saat itu masih berkuasa. 

Ketika kondisi perekonomian Indonesia semakin lemah, Amien Rais termasuk tokoh nasional yang menyerukan reformasi total dalam pemerintahan dan menuntut lengsernya presiden Soeharto.

Beberapa jabatan sentral yang pernah dipangku Amien adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 1999 hingga 2004, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) 1998 hingga 2005, serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 1995 sampai 1998. 

Mendirikan Partai Ummat

Sebelum mendirikan Partai Ummat yang diasuhnya saat ini, Amien Rais merupakan salah satu pendiri Partai Amanat Nasional atau PAN. Ia turut mendeklarasikan berdirinya PAN ketika partai-partai politik dihidupkan kembali pada era Presiden B.J. Habibie. 

Namun pada Oktober 2020 lalu, Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan Amien Rais resmi keluar dari partainya. Hal ini lantaran Amien baru saja mendeklarasikan partai baru bernama Partai Ummat.

"Pak Amien sebagai salah satu pendiri dan mantan Ketua Umum PAN 2000-2005 sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PAN. Oleh karena itu Pak Amien Rais sudah tidak identik lagi dengan PAN," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2020.

Diketahui, Partai Ummat didirikan pada 24 April 2021 dan resmi dideklarasikan Amien Rais di Yogyakarta, pada Kamis, 29 April 2021. Posisi Ketua Majelis Syuro dipegang oleh Amien Rais dan  Sambo sebagai Sekretaris Umum. Sedangkan Ketua Umum dipegang menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi.

Pilihan Editor: Mengenal Partai Ummat, Partai Bentukan Amien Rais dan Menantunya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan


Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kata PAN soal Surya Paloh Dukung Kaesang jika Maju di Pilkada Jateng

15 jam lalu

Steering Committe Rakernas 4 PAN Viva Yoga Mauladi memberikan keterangan saat konferensi pers menjelang Rakernas ke-4 di DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2024. Rakernas 4 PAN yang diselenggarakan pada 29 Juni ini akan membahas tentang strategi partai termasuk evaluasi Pemilu dan pelaksanaan Pilkada di sejumlah wilayah, Selain itu PAN juga mengusung anak dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Zita Anjani menjadi kontestas Pilkada Jakarta 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kata PAN soal Surya Paloh Dukung Kaesang jika Maju di Pilkada Jateng

PAN merespons soal dukungan Surya Paloh untuk Kaesang jika maju di Pilkada Jakarta.


PAN Tidak Ingin Memaksakan Ridwan Kamil ke Pilgub Jakarta

2 hari lalu

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno. Dok DPR
PAN Tidak Ingin Memaksakan Ridwan Kamil ke Pilgub Jakarta

Sekjen PAN Eddy Soeparno, mengatakan partainya tidak memaksa Golkar agar Ridwan Kamil agar maju di pemilihan gubernur Jakarta alih-alih Jawa Barat.


Jokowi dan Prabowo Hidupkan Lagi Dewan Pertimbangan Agung era Orde Baru

3 hari lalu

Dewan Pertimbangan Agung hendak dihidupkan lagi melalui revisi Undang-Undang Dewan Pertimbangan Presiden. Para ahli hukum menolak dihidupkannya kembali DPA karena memboroskan anggaran negara.
Jokowi dan Prabowo Hidupkan Lagi Dewan Pertimbangan Agung era Orde Baru

Dewan Pertimbangan Agung. lembaga di era Orde Baru dihidupkan lagi setelah Jokowi merevisi UU Dewan Pertimbangan Presiden. Didukung Prabowo Subianto.


Jokowi Dituding Bangkitkan Neo Orde Baru di Diskusi Kasus Kudatuli PDIP

4 hari lalu

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2024. ANTARA/Narda Margaretha Sinambela
Jokowi Dituding Bangkitkan Neo Orde Baru di Diskusi Kasus Kudatuli PDIP

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menilai pemerintahan Jokowi telah membangkitkan kembali Orde Baru.


Amien Rais soal Sikap Partai Ummat ke Pemerintahan Prabowo-Gibran: Tunggu Aspirasi Kader

4 hari lalu

Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais. Tempo/Pribadi Wicaksono
Amien Rais soal Sikap Partai Ummat ke Pemerintahan Prabowo-Gibran: Tunggu Aspirasi Kader

Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyatakan partainya belum akan menentukan sikap terhadap pemerintahan Prabowo - Gibran


Kisah Lidah Api Tugu Monas yang Dilapisi Emas

11 hari lalu

Bendera Merah Putih raksasa berkibar yang dipersiapkan untuk HAri Bela Negara di tugu Monas, Jakarta, 17 Desember 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja
Kisah Lidah Api Tugu Monas yang Dilapisi Emas

Proses pembangunan Tugu Monas, pada lidah apinya terbuat dari bahan marmer dari Italia dan emas yang dilapisi seberat 35 kilogram


Pakar Hukum Kritik Perubahan Wantimpres Jadi DPA: Kembali ke Orde Baru

15 hari lalu

Pakar hukum dan tara negara Bivitri Susanti saat temu ilmiah Universitas memanggil bertema Menegakan Konstitusi Memulihkan Peradaban dan Hak Kewargaan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 14 Maret 2024. Sejumlah Guru Besar dan akademisi dari berbagai peguruan tinggi berkumpul untuk menyuarakan
Pakar Hukum Kritik Perubahan Wantimpres Jadi DPA: Kembali ke Orde Baru

Pakar mengkritik perubahan UU tentang Wantimpres. Langkah kembali ke era Orde Baru.


Puan Sebut Pertimbangkan Kaesang di Pilkada Jateng, PAN: Apa Mungkin PDIP Mengusungnya?

20 hari lalu

Steering Committe Rakernas 4 PAN Viva Yoga Mauladi memberikan keterangan saat konferensi pers menjelang Rakernas ke-4 di DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2024. Rakernas 4 PAN yang diselenggarakan pada 29 Juni ini akan membahas tentang strategi partai termasuk evaluasi Pemilu dan pelaksanaan Pilkada di sejumlah wilayah, Selain itu PAN juga mengusung anak dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Zita Anjani menjadi kontestas Pilkada Jakarta 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Puan Sebut Pertimbangkan Kaesang di Pilkada Jateng, PAN: Apa Mungkin PDIP Mengusungnya?

Viva Yoga Mauladi, merespons pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani soal partainya melirik Kaesang Pangarep di Pilkada Jawa Tengah


PAN Buka Peluang Koalisi dengan PKS di Pilkada Jakarta, Syaratkan Dapat Kursi Cawagub

21 hari lalu

Steering Committe Rakernas 4 PAN Viva Yoga Mauladi memberikan keterangan saat konferensi pers menjelang Rakernas ke-4 di DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2024. Rakernas 4 PAN yang diselenggarakan pada 29 Juni ini akan membahas tentang strategi partai termasuk evaluasi Pemilu dan pelaksanaan Pilkada di sejumlah wilayah, Selain itu PAN juga mengusung anak dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Zita Anjani menjadi kontestas Pilkada Jakarta 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
PAN Buka Peluang Koalisi dengan PKS di Pilkada Jakarta, Syaratkan Dapat Kursi Cawagub

PAN membuka peluang untuk membangun koalisi dengan PKS di Pilkada Jakarta dengan persyaratan jatah calon wakil gubernur


PAN Ungkap yang Disampaikan Prabowo saat Ceramah di Depan Politikus KIM

21 hari lalu

Steering Committe Rakernas 4 PAN Viva Yoga Mauladi memberikan keterangan saat konferensi pers menjelang Rakernas ke-4 di DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2024. Rakernas 4 PAN yang diselenggarakan pada 29 Juni ini akan membahas tentang strategi partai termasuk evaluasi Pemilu dan pelaksanaan Pilkada di sejumlah wilayah, Selain itu PAN juga mengusung anak dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Zita Anjani menjadi kontestas Pilkada Jakarta 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
PAN Ungkap yang Disampaikan Prabowo saat Ceramah di Depan Politikus KIM

Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi mengungkap materi yang disampaikan Prabowo saat memberikan ceramah di depan sejumlah politkus KIM