Arif Budiman: Website KPU Diserang Peretas Dalam dan Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU Arief Budiman (tengah) didampingi Komisioner KPU dan Bawaslu menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pengecekan terkait informasi tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 3 Januari 2019. Ketua KPU menegaskan kabar tersebut tidak benar dan akan memproses secara hukum pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Ketua KPU Arief Budiman (tengah) didampingi Komisioner KPU dan Bawaslu menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pengecekan terkait informasi tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 3 Januari 2019. Ketua KPU menegaskan kabar tersebut tidak benar dan akan memproses secara hukum pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arif Budiman mengatakan bahwa website milik resmi lembaga itu setiap waktu mengalami upaya peretasan. Serangan hacker untuk membobol situs KPU itu datang dari berbagai wilayah (di Indonesia) maupun negara asing. "Sampai sekarang bisa ditangani semua," kata dia di Hotel Sultan, Rabu, 13/3.

    "Kalai dilihat IP adress-nya itu datang dari dalam dan luar negeri," ujar Arif Budiman. Menurut dia, asal negara peretas dengan Internet Protocol (IP) Address terbanyak tidak perlu dipublikasikan sementara ini. “Kalau berhaisl ditangkap baru diumumkan,” kata dia.

    Meski demikian Arif  Budiman mahfum walau menggunakan IP address dari negara tertentu, bisa saja lokasi peretas ada di dalam negeri dan sebaliknya. "Yang pake IP addrees dalam negeri orangnya bisa juga dari luar, yang pakai IP address dari luar bisa saja sebetulnya orangnya dari dalam," ungkap dia.

    Motif peretasan, tutur Arif, belum bisa diidentifikasi KPU. Kata dia, pelakunya harus ditangkap dulu, baru bisa diketahui motif. KPU sudah menggandeng polisi untuk mengungkap pelaku peretasan itu.

    Dia mengatakan upaya pembobolan situs milik KPU sudah terjadi sejak 2014.  Namun KPU, berusaha terus menjaga sistemnya agar tetap aman.

    Arif  meyakinkan bahwa meski ada serangan peretas proses pemungutan suara akan berjalan lancar. Apalagi penghitungan suara dilakukan secara berjenjang dan manual melalui berita acara. Jadi,kata dia, andaikan sistem diserang, perhitungan berjenjang manual itu tetap bisa digunakan.


  • KPU
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.