Aktivis-Simpatisan FPI Mundur, PBB Tak Gentar Kehilangan Suara

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusril Ihza Mahendra, ketua partai PBB. Dok. TEMPO

    Yusril Ihza Mahendra, ketua partai PBB. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Ferry Noer, tak gentar suara partainya anjlok karena mundurnya beberapa calon legislatif (caleg) yang berafiliasi dengan Front Pembela Islam (FPI). Menurut Ferry, PBB saat ini masih memiliki banyak caleg dan kekuatan umat.

    "Insya Allah PBB masih banyak caleg dan kekuatan umat yang siap bantu PBB lahir batin," kata Ferry melalui pesan teks kepada Tempo, Kamis, 31 Januari 2019. Alasannya, PBB dan Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra (YIM) berbuat untuk umat dan membela rakyat.

    Baca: Merasa Dikhianati Yusril, Novel Bamukmin ...

    Protes itu merupakan sikap terhadap PBB yang mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin pada pilpres 2019. Akibat keputusan itu, imam FPI Muhammad Rizieq Shihab mengeluarkan sebuah maklumat.

    Isi maklumat itu meminta seluruh aktivis maupun simpatisan FPI yang tergabung dalam PBB untuk mengundurkan diri massal dari kepengurusan maupun caleg PBB.

    Baca:Cerita Megawati Melarang Yusril Bawa Urusan ...

    Novel Bamukmin, caleg PBB yang juga tokoh dari FPI misalnya, telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai caleg. "Kami akan mundur massal karena dikhianati dan dibohongi bertubi-tubi oleh YIM," kata Koordinator Humas Persaudaraan Alumni 212 ini, Senin, 28 Januari 2019 lalu.

    Kemarin, Yusril Ihza Mahendra juga telah meminta calon anggota legislatif yang berafiliasi atau menjadi simpatisan FPI untuk mengundurkan diri. "Sudah ada statement dari Habib Rizieq kepada anda (caleg dan pengurus PBB yang aktivis FPI) semua. Ya, kami minta anda mengundurkan diri," kata Yusril di Bekasi, Rabu, 30 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.