Ketum Terpilih: Jaga Netralitas Pemuda Muhammadiyah di Pemilu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 Sunanto alias Cak Nanto. Dok. Istimewa

    Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 Sunanto alias Cak Nanto. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah terpilih, Sunanto alias Cak Nanto menyatakan akan mendukung langkah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir untuk menjaga netralitas organisasi Islam ini menjelang pesta demokrasi pilpres dan pemilu 2019.

    Baca: Sunanto Terpilih Jadi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah 2018-2022

    Di tahun politik, kata Sunanto, semua kader harus menjaga khittah Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik dan calon presiden. Sebab, Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah dan kultural.

    "Tidak boleh menyeretnya kepada kepentingan politik pragmatis. Individu-Individu silakan, itu pilihan, tapi jangan bawa-bawa nama besar Muhammadiyah," kata Sunanto lewat keterangan tertulis pada Kamis, 29 November 2018.

    Baca: PP Muhammadiyah Beri Bantuan Hukum ke Dahnil soal Dana Kemah

    Alumni Pondok Pesantren Sobron, Jawa Tengah, ini terpilih menjadi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 lewat Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII di Gedung Sportstarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu, 28 November 2018. Dia menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang masa kepemimpinannya berakhir tahun ini.

    Lewat mekanisme voting manual, Sunanto menyingkirkan dua lawan kuatnya, yakni Ahmad Fanani dan Ahmad Labib. Sunanto mendulang suara sebanyak 590 suara, sedangkan rivalnya Ahmad Fanani mendapat 266 suara dan Ahmad Labib 292 suara. Konon, Fanani merupakan calon yang didukung Dahnil Anzar Simanjuntak dan Amien Rais.

    Setelah terpilih, Sunanto berjanji akan memperkokoh gerakan Pemuda Muhammadiyah di bawah tenda besar tauhid, ilmu dan amal serta bergerak memajukan bangsa. “Kemajuan, dalam komitmen saya juga terletak pada kemajuan dan kesuksesan dalam berkepribadian," ujar koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) ini.

    Baca: Pemuda Muhammadiyah Kukuh Telah Kembalikan Duit ke Kemenpora


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.