Senin, 17 Desember 2018

Gerindra Paling Banyak Ajukan Caleg Eks Napi Korupsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Ari Dono dan Arief Budiman saat konferensi pers terkait pengamanan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam masa kampanye di gedung KPU, Jakarta, Kamis 20 September 2018. TEMPO/Ryan Dwiky

    Wakapolri Ari Dono dan Arief Budiman saat konferensi pers terkait pengamanan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam masa kampanye di gedung KPU, Jakarta, Kamis 20 September 2018. TEMPO/Ryan Dwiky

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan 38 nama caleg yang berstatus mantan napi korupsi. Mereka akan mengikuti pileg untuk merebut kursi wakil rakyat di tingkat DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

    Adapun dari 38 caleg yang berstatus eks napi korupsi itu, paling banyak berasal dari Partai Gerindra. Partai itu memiliki enam caleg eks koruptor di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

    Baca: Alasan KPU Kesulitan Menandai Caleg Eks Koruptor di Surat Suara

    Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan memang tidak ada caleg eks napi korupsi di tingkat DPR. "Saya akan klarifikasi bahwa daftar calon tetap DPR RI tidak ada calon mantan napi korupsi," kata dia pada Kamis, 20 September 2018.

    Berikut adalah caleg Gerindra yang berstatus eks napi korupsi:

    Tingkat DPRD Provinsi

    1. Dapil DKI 3 - Mohamad Taufik
    2. Dapil Maluku Utara - Husen Kausaha
    3. Dapil Sulut - Herry Jones Kere

    Tingkat DPRD Kabupaten/Kota

    4. Dapil Bangka Belitung - Ferizal
    5. Dapil Bangka Belitung - Mirhammuddin
    6. Dapil Tanggamus - Alhajar Syahyan

    Baca: KPU Resmi Masukkan Caleg Eks Koruptor ke Daftar Calon Tetap

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sebelumnya pernah mengatakan bahwa ia tidak bisa memastikan partainya akan mengganti caleg bekas napi korupsi. Fadli mengatakan Gerindra berpegang pada putusan Mahkamah Agung yang membatalkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum soal larangan bekas napi korupsi menjadi caleg. "Kami akan ikuti putusan dari MA. Nanti kita lihat saja (diganti atau tidak)," kata Fadli pada Senin, 17 September 2018.

    Selain Gerindra, sejumlah partai lain tetap mempertahankan calegnya yang eks napi korupsi. Hanura tercatat mendaftarkan lima caleg eks napi korupsi, PAN empat caleg, Partai Berkarya empat caleg, Partai Demokrat empat caleg, Partai Golkar tiga caleg, Partai Nasdem dua caleg, PKPI dua caleg, Partai Garuda dua caleg, Perindo dua caleg, PBB satu caleg, PKS satu caleg dan PDI Perjuangan satu caleg.

    Bersamaan dengan itu, KPU juga menetapkan sebanyak 7.968 caleg DPR. Jumlah tersebut, terdiri dari 4.774 caleg laki-laki dan 3.194 caleg perempuan.

    Baca: KPU Tetapkan Daftar Calon Tetap DPR Sebanyak 7968 Caleg


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".