Kapolda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tak Jadi Provokator Pemilu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI dan Polri mengikuti Apel Patroli Skala Besar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Ahad, 14 April 2019. Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan dua institusi tersebut dalam menjaga keamanan masyarakat sampai ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Anggota TNI dan Polri mengikuti Apel Patroli Skala Besar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Ahad, 14 April 2019. Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan dua institusi tersebut dalam menjaga keamanan masyarakat sampai ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi provokator di masa tenang  Pemilu 2019.  "Kita cooling sistem. Jangan ada yang jadi provokator atau 'kompor' yang sebabkan menjadi panas," ujar Gatot di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Ahad, 14 April 2019.

    Berita terkait: Pencoblosan di KL Tak Mulus, Komisioner KPU Berusaha Menenangkan

    Gatot menilai saat ini situasi perlahan sudha mulai dingin. Kata dia, poliis bersama TNI akan mempertahankan kondisi ini. “Terkait status kami tidak tingkatkan. Kondisi masih aman," ujar Gatot.

    Khusus di DKI Jakarta, TNI-Polri akan menerjunkan 38 ribu personel gabungan untuk menjaga tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah hukum Polda Metro Jaya. "Jadi pembagiannya 23 ribu Polri dan 15 ribu TNI,” kata dia.

    Pasukan tersebut akan bersiaga dan berpatroli di sejumlah titik dari pagi hingga malam hari di daerah-daerah yang dianggap rawan konflik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.