Partai Amanat Nasional PAN | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

Partai Amanat Nasional (PAN)

Partai Amanat Nasional (PAN)

Ketua : M. Hatta Rajasa
Sekjen : Taufik Kurniawan
Bendahara : Jon Erizal
Didirikan :  Jakarta 23 Agustus 1998
Dideklarasikan : Jakarta 23 Agustus 1998

Alamat Kantor DPP : Jl. Warung Buncit Raya No. 17 Jakarta Selatan
Telp : 021- 7975588
Fax : 021- 7975632

Sumber: Kep. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.HH-04.AH.11.01 TAHUN 2010 Tanggal 6 April 2010 Tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Periode 2010-2015.

Aktivis pro demokrasi menjadi cikap bakal Partai Amanat Nasional atau biasa disingkat PAN. Waktu itu tahun 1998 salah satu tokoh yang bersuara vokal menurunkan presiden Soeharto adalah Amien Rais. Bersama beberapa aktivis lainnya seperti Nurcholish Madjid, Malik Fadjar, dan Albert Hasibuan mendirikan Mara, Majelis Amanat Rakyat, yang menjadi cikal-bakal pembentukan PAN. Pemilu 1999 menjadikan PAN salah satu partai baru yang sukses meraih suara. Dibanding PKB yang jelas berbasiskan Nahdatul Ulama, PAN benar-benar partai baru yang mampu meraih banyak dukungan. Menduduki urutan ke lima dan meraih 35 kursi menjadi catatan awal yang bagus bagi PAN. Ada dua kelebihan PAN dalam pemilu 1999. Sebagian tokoh PAN dianggap mendukung reformasi mampu membawa kelompok kelas menengah dan mahasiswa bersimpati. Kelebihan lainnya tokoh PAN seperti Amien Rais bagaimanapun dianggap sebagai perwakilan Muhammadiyah yang waktu itu belum punya kendaraan politik.

Pada Pemilu 2004, perolehan suara PAN cenderung stabil. Dipilih sekitar tujuh juta-an suara sama seperti pemilu sebelumnya, namun dari perolehan kursi melonjak menjadi 53 kursi. Pada pemilihan presiden secara langsung pun PAN berani mencalonkan kadernya. Amien Rais dipasangkan bersama Siswono Yudo Husodo. Walaupun tidak secara solid pasangan Amien-Siswono didukung PKS, suara yang didapat belum bisa  mendorong maju ke putaran kedua. Dengan perolehan 16.042.105 atau 14,94 persen, pasangan Amien-Siswono hanya menduduki urutan ketiga.

Tahun 2005 Soetrisno Bachir menjadi tokoh baru PAN menggantikan posisi ketua umum yang dipegang Amien Rais. Ada perubahan besar sejak dipimpin Soetrisno Bachir, kader PAN di legislatif banyak dari kalangan artis. Berhubungan atau tidak suara PAN pada 2009 anjlok, hanya dipilih sekitar enam juta-an dengan perolehan kursi turun menjadi 46 kursi. Tokoh sentral PAN pun mulai beralih dari Soetrisno Bachir ke Hatta Rajasa yang posisinya di kabinet memegang posisi kunci sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Akhirnya pada Kongres ke III di Batam pada Januari 2010 Hatta terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PAN. Uniknya kongres tersebut tidak dihadiri Soetrisno Bachir.

Pada pemilu 2014, PAN mentargetkan meraih dua digit. Menurut Hatta Rajasa target itu bisa dicapai dengan dua cara. "PAN merupakan partai tengah yang inklusif dan tidak meninggalkan massa tradisionalnya, sambil terus mengembangkan basis massa baru," ujar Hatta kepada Tempo.


Misi Partai Amanat Nasional

1. Mewujudkan kader yang berkualitas

2. Mewujudkan PAN sebagai partai yang dekat dan membela rakyat, mewujudkan PAN sebagai partai yang modern berdasarkan sistem dan manajemen yang unggul serta budaya bangsa yang luhur

3. Mewujudkan Indonesia baru yang demokratis, makmur, maju, mandiri dan bermartabat

4. mewujudkan tata pemerintahan Indonesia yang baik dan bersih, yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

5. Mewujudkan negara Indonesia yang bersatu, berdaulat, bermartabat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta dihormati dalam pergaulan internasional.

Evan/PDAT Sumber Diolah Tempo,KPU