Partai Golongan Karya Golkar | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

Partai Golongan Karya (Golkar)

Partai Golongan Karya (Golkar)

Ketua : H. Aburizal Bakrie
Sekjen : Idrus Marham
Bendahara : Drs. Setya Novanto
Didirikan :  20 Oktober 1964

Alamat Kantor DPP : Jl. Anggrek Nelly Murni, Jakarta 11480
Telp : 021- 5302222
Fax : 021- 5303380

Sumber: Kep. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.HH-06.AH.11.01 TAHUN 2010 Tanggal 27 April 2010 Tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Serta Komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Masa Bakti 2009-2015

Partai Golongan Karya ibarat partai modern yang sudah berpengalaman. Berbagai palagan peristiwa politik tidak mempengaruhi kelangsungan hidup golkar. Awalnya Presiden Soekarno membentuk Nasakom (nasionalis, agama, komunis). Kelompok lain seperti SOKSI, Kosgoro, dan MKGR  meminta diikutsertakan. Akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan peraturan Nomor 12 Tahun 1959. Isinya pengangkatan 200 orang wakil Golongan Karya di MPRS. TNI yang waktu itu butuh dukungan melawan PKI mendukung terbentuknya Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar pada 20 Oktober 1964. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai lahirnya Golkar sampai sekarang.

Pada awal Sekber Golkar terdiri dari 61 organisasi fungsional. Lalu berkembang menjadi 97 federasi atau perhimpunan organ nonafiliasi sampai akhirnya menjadi 291 organisasi. Pengelompokan terjadi pada rakornas I pada Desember 1965 dan rakornas II pada 1967, organisasi dikelompokkan menjadi tujuh Kelompok Induk Organisasi (Kino) yakni Korgoro, SOKSI, MKGR, Profesi, Hankam, Gakari, dan Gerakan Pembangunan.

17 Juli 1971 Sekber Golkar mengubah dirinya menjadi Golkar. Dukungan begitu luas dari berbagai kelompok membawa Golkar mutlak memenangi Pemilu 1971 dengan meraih 62,82 persen suara. Munas I Golkar di Surabaya, 4-10 September 1973, nama Golkar resmi digunakan untuk mengganti nama Sekber Golkar. Perubahan Golkar terakhir terjadi pada 7 Maret 1999, dengan dideklarasikan sebagai Partai Golkar. Dominasi Golkar dalam pemilu baru dikalahkan oleh PDIP pada tahun 1999. Lima tahun kemudian Golkar berhasil menduduki urutan pertama kembali dengan 21,62 persen suara. Golkar kembali takluk pada Pemilu 2009. Partai Demokrat mengalahkan dengan suara 20,81 persen, sementara Golkar hanya 14,45 persen suara.

Pemilu 2014, Golkar menghadapi dengan percaya diri. Berbagai lembaga survei sudah menempatkan Golkar diurutan pertama sejak tahun 2012. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) akhir Desember 2012 elektabilitas Golkar sebesar 21,3 persen mengungguli PDIP dengan 18,2 persen dan Demokrat 8,3 persen. Lembaga survei lain seperti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada
survei bulan Oktober 2013 juga menempatkan Golkar unggul dibanding partai lainnya. Pada survei LSI itu, popularitas Golkar sebesar 20,4 persen, sementara PDIP 18,7 persen dan Demokrat 9,8 persen.

Misi Partai Golongan Karya

Mempertegas komitmen untuk menyerap, memadukan, mengartikulasikan, dan memperjuangkan aspirasi serta kepentingan rakyat - khususnya kelompok masyarakat yang berada pada posisi marginal yang selama ini kurang mendapat perhatian dan acap kali menjadi korban pembangunan, sehingga menjadi kebijakaan politik yang bersifat publik.Melakukan rekruitment kader yang berkualitas melalui sistem prestasi dan mendapat dukungan rakyat untuk duduk dalam jabatan-jabatan politik di lembaga-lembaga permusyawaratan/perwakilan dan permerintahan.

Evan/PDAT Sumber Diolah Tempo, KPU