Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia PKPI | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Ketua : Letjen (Purn) Dr. (Hc) H. Sutiyoso, SH Sekjen : Drs. H. Lukman F. Mokoginta, M.Si Bendahara : Linda Setiawati Alamat Kantor DPP : Pangeran Antasari Nomor 68, Cipete Utara, Jakarta 12150 Telp : 021-7246174 Fax : 021-7252952 Sumber : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.HH-12.AH.11.01 TAHUN 2010 Tanggal 27 Agustus 2010 Tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Susunan Personalia Dewan Pimpinan Nasional Partao Keadilan dan Persatuan Indonesia Masa Bakti 2010-2015 Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 25 Maret 2013 akhirnya meloloskan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai peserta Pemilihan Umum 2014. Bahkan rapat pleno KPU sepakat tidak mengajukan permohonan banding ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Alasan KPU khawatir tahapan pendaftaran calon anggota legislatif akan terlampaui sebelum putusan terhadap PKPI terbit. �Alasannya sama dengan Partai Bulan Bintang, kami mempertimbangkan tahapan,� kata Ketua KPU Husni Kamil Manik. Ketua Umum PKPU menyambut gembira putusan itu. �Setelah melalui perjalanan panjang dan berat, akhirnya PKPI lolos menjadi peserta pemilu,� katanya. Sitiyoso sendiri merasa PKPI mengalami kerugian besar karena gugatan sengketa pemilu ini memakan waktu yang cukup panjang. �Kami sudah menang di Badan Pengawas Pemilu. Perlu 1 bulan 20 hari sampai akhirnya kami diterima KPU,� katanya. Sebelumnya PKPI dicoret dari daftar peserta pemilu karena KPU menilai PKPI tidak memenuhi syarat 30 persen perwakilan perempuan. Inilah yang membuat Sutiyoso menggugat keputusan KPU itu ke Badan Pengawas. Awalnya partai ini bernama Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Mantan Ketua Umumnya Jenderal Purn. Edi Sudradjat pernah memberikan perumpamaan tentang PKP. "Ibarat rumah, PKP itu rumah kecil dan sederhana tapi fondasinya bagus," Ujar Edi Sudradjat. Wajar Edi Sudrajat bersikap seperti itu, karena pada masa awalnya PKP banyak dihuni oleh purnawirawan anggota TNI. Pada Pemilu 1999, PKP memperoleh 6 kursi dari 1.065.686 suara. Pemilu 2004 PKP yang berubah nama menjadi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia hanya mendapat 1,4 juta suara atau 1,26 persen. Bahkan jumlah kursinya pun hanya satu. Statistik perolehan suara PKPI pada pemilu 2009 tidak mencapai satu juta suara, hanya 936.133 atau 0,90 persen. Misi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1. Mempertahankan kedaulatan dan eksistensi serta tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 2. Mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial dan hak-hak politik rakyat, demi peri kehidupan yang adil, beradab, berbudaya dengan menjunjung tinggi supremasi hukum, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). 3. Memperkokoh persatuan yang nyata dalam tatanan masyarakat majemuk melalui peri kehidupan yang adil, setara, merata dan tidak diskriminatif. 4. Mewujudkan pemerintahan yang jujur, demokratis, efisien, efektif, bersih serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). 5. Mewujudkan masyarakat kewargaan (civil society) yang kuat, sehat, cerdas, profesional, beradab dan bersih. 6. Mewujudkan kehidupan bangsa dan negara yang bermartabat, dan mampu berperan dalam pergaulan dunia, dihormati, mampu bersaing dan berkompetisi dalam tata dunia ekonomi dan politik secara global. Evan/PDAT Sumber Diolah Tempo,KPU