5 Skenario Kantor Ahok Mencegah Banjir Jakarta | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

5 Skenario Pemprov DKI Mencegah Banjir Jakarta

Jum'at, 13 Februari 2015 | 01:59 WIB
5 Skenario Pemprov DKI Mencegah Banjir Jakarta

Aktivitas warga saat rumah mereka terendam banjir di kawasan Cipinang Melayu, Kalimalang, Jakarta, 10 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono mengungkapkan beberapa skenario yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI untuk mengatasi banjir di Ibu Kota, Kamis, 12 Februari 2015.

1. Pembuatan sumur resapan 
Agus mengatakan pihaknya konsentrasi membuat sumur resapan di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Tujuannya, agar pori-pori tanah yang kosong terisi air kembali. "Ini bukan untuk meresapkan," ujarnya.

2. Memaksimalkan pompa yang ada
Ada sekitar 555 pompa serta 60 pompa mobile untuk mengurangi genangan di Jakarta. 

3. Program normalisasi sungai dan pengerukan waduk

4. Proyek membangun tanggul di sepanjang pantai utara Jakarta untuk menghalau masuknya air rob. "Tanggul rob setinggi 5 meter yang bisa bertahan 25 tahun," ucapnya.

Tanggul tersebut dinamakan tanggul A, bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development atau biasa disebut Giant Sea Wall. Namun, kata Agus, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kurang setuju dengan proyek itu. 

5. Proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative
Sebagian besar dana pembangunan JEDI dari pemerintah pusat. "Pusat mendanai 70 persen dan daerah 30 persen," ujarnya. Pembangunan JEDI dibagi tujuh paket. Pemerintah Provinsi DKI hanya mengerjakan tiga paket saja.

ERWAN HERMAWAN