MS Hidayat Yakin SBY Menaikkan Harga BBM | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

M.S. Hidayat Yakin SBY Menaikkan Harga BBM

Rabu, 27 Agustus 2014 | 19:23 WIB
M.S. Hidayat Yakin SBY Menaikkan Harga BBM

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta (13/5). TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaikkan harga bahan bakar minyak sebelum pemerintahan berakhir. "Saya optimistis," katanya, Rabu, 27 Agustus 2014. (Baca: M.S. Hidayat: BBM Lebih Baik Dinaikkan SBY)

Dia menceritakan kenangan bersama SBY pada masa transisi kepemimpinan dengan presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri. Hidayat yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia diundang rapat oleh SBY membahas kenaikan harga BBM bersubsidi. "Jadi dia atasi sendiri. Inget enggak, terus dia naikkan dua kali berturut-turut," katanya. (Baca: SBY-Jokowi Tak Khusus Bahas Harga BBM)

Presiden SBY, kata dia, ingin menggandeng Joko Widodo sebagai presiden terpilih untuk membicarakan kenaikan harga bahan bakar sebagai upaya mengurangi anggaran subsidi BBM pada pertemuan di Bali. "Apa yang dibicarakan, mau dinaikkan kapan, skemanya seperti apa. Saya kira beliau (SBY) sudah siap bicarakan seperti itu," katanya.

Hidayat mengatakan Presiden SBY dan Jokowi dapat menyepakati beberapa hal berkaitan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi yang menjadi beban anggaran pada pertemuan tersebut. Menurut dia, skema subsidi dapat diubah menjadi bantuan kepada orang daripada pada barang (bensin Premium). (Baca:Pasokan Telat, SPBU di Banyuwangi Tutup)

"Orangnya ditentukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik), kategorinya yang miskin dan enggak mampu siapa. Terus dapat apa," katanya. Ihwal waktu kenaikan BBM, kata dia, bergantung pada kesepakatan antara SBY dan Jokowi. Selain itu, harus mempertimbangkan saat situasi inflasi rendah untuk menaikkan harga.

Dia memuji niat baik presiden terpilih dengan presiden yang masih menjabat untuk menjalani transisi pemerintahan dengan baik dan lancar. Dalam proses transisi pemerintahan, kata dia, kedua pemimpin dapat membicarakan hambatan-hambatan strategis nasional ke depan.

"Menurut saya, yang strategis adalah rencana mencabut subsidi secara bertahap dengan menaikkan harga BBM," katanya.

ALI HIDAYAT





Terpopuler:
Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi?
Ada Ketegangan Selama Prabowo Menonton Putusan MK
Hatta ke Prabowo: Mau Sampai Kapan Begini Terus?
Prabowo Ditemani Tokoh Ini Saat Putusan MK
Disebut Gila Jabatan, Ahok Mengaku Gila Betulan