Jokowi Fokus Benahi Sistem Bukan Anggaran | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

Jokowi Fokus Benahi Sistem, Bukan Anggaran

Minggu, 15 Juni 2014 | 21:12 WIB
Jokowi Fokus Benahi Sistem, Bukan Anggaran

Calon presiden Joko Widodo memberikan pengarahan dalam acara debat calon presiden di Hotel Grand Melia, Jakarta, 15 Juni 2014. (AP)

TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, mengatakan masalah kemiskinan bisa diatasi dengan pembenahan sistem, bukan hanya pemberian anggaran. Menurut dia, program nyata untuk mengatasi kemiskinan adalah program Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

Untuk masalah kemiskinan, Jokowi mengatakan Indonesia harus berani memberikan program khusus bagi masyarakat.  Oleh karena itu, ia beralasan selalu berkonsentrasi pada pendidikan dan kesehatan. "Kita akan berikan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat. Ini sistem yang dibangun, bukan hanya anggaran saja," katanya saat debat capres di Hotel Gran Melia, Ahad, 15 Juni 2014.

Mengenai tenaga kerja, Jokowi menilai investasi sangat penting, maka investasi harus didorong ke daerah-daerah terutama provinsi dengan tingkat kemiskinan besar. Investasi, kata dia, tidak  terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga harus ditingkatkan di daerah terpencil. "Jadi, pembangunan infrastuktur tidak hanya terpusat di daerah tertentu dan pada akhirnya bisa menarik tenaga kerja," katanya.

Terkait upah, Jokowi mengatakan kebijakannya pro terhadap pengupahan buruh. Ia mengklaim gubernur pertama yang menaikkan upah buruh hingga 44 persen.  Itu terjadi  saat dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Saya diprotes pengusaha tapi saya tetap menaikkan," katanya.

Debat kali ini merupakan debat yang kedua dengan tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial. Debat capres kali ini terdiri dari enam sesi. Pada sesi pertama, kedua kandidat akan menyampaikan visi dan misi dalam waktu 4,5 menit, didahului capres nomor urut dua.


 


Pada sesi kedua, moderator mengajukan pertanyaan untuk pendalaman visi dan nisi. Pada sesi ketiga, moderator akan mengajukan pertanyaan soal pembangunan ekonomi dan kesejateraan sosial.


 


Pada sesi keempat dan kelima, masing-masing kandidat boleh saling bertanya dengan durasi lebih panjang dibandingkan debat pertama. Sesi empat terdiri dari empat menit untuk mengajukan tiga pertanyaan sementara pada sesi lima, kedua kandidat diberikan waktu 28 menit untuk mengajukan dua pertanyaan dan tanggapan atas jawaban lawan. Sesi keenam merupakan sesi penutup.

ANANDA TERESIA


 


Berita lainnya:
TNI AD Persiapkan Biofuel untuk Bahan Bakar Tank 
Lulus, Siswa Bertopeng Capres Copoti Paku Baliho 
Kantor Sarekat Islam Semarang Jadi Cagar Budaya