Manipulasi Video Jokowi I dont think about that | Pemilu 2014 | tempo.co
TEMPO.CO
Pemilu 2014

Manipulasi Video Jokowi 'I Don't Think About That'  

Rabu, 04 Juni 2014 | 08:12 WIB
Manipulasi Video Jokowi 'I Don't Think About That'  

Capres Joko Widodo, memberikan pidato politik dalam Silaturahmi Nasional Alim Ulama PKB untuk Pemenangan Jokowi-JK, di Jakarta, Selasa (3/6). TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.COJakarta - Situs YouTube menampilkan tayangan "debat" dengan judul Debat Bahasa Inggris Gubernur Jokowi dan Jenderal Prabowo. Video yang diunggah Andy Sebastian pada 24 April 2014 itu menyimpulkan, Jokowi tak memiliki gagasan apa pun jika terpilih sebagai presiden. Sebaliknya, Prabowo akan fokus pada sektor pertanian, industri, dan investasi di bidang infrastruktur.

Namun sebenarnya, video "debat" itu telah dimanipulasi. Berikut ini caranya.

Video tersebut merupakan potongan dari tayangan stasiun televisi Bloomberg selama 22 menit 20 detik pada 24 Februari 2014. Haslida Amin, koresponden Bloomberg untuk Asia Tenggara, mewawancarai Jokowi seputar kebijakannya sebagai gubernur dengan judul Jakarta Governor on Policies, Growth, Election.

Tayangan ini sebenarnya menggambarkan Jokowi secara positif. Wawancara sendiri dilakukan di berbagai lokasi. Misalnya, saat sarapan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, di kendaraan dinas, serta saat blusukanmengunjungi masyarakat dan korban banjir. Pada pembuka tayangan, Haslida bahkan mengatakan Jokowi sangat disenangi masyarakat Jakarta.

Dalam satu segmen, Haslida bertanya, “Dalam sebuah laporan, ekonomi Indonesia disebut bisa mengambil alih peranan Inggris dan Jerman pada 2030. Apakah realistis Jakarta bisa menjadi salah satu kota yang sukses secara ekonomi?” Jokowi menjawab, “Saya sangat optimistis. Kami memiliki sumber daya manusia, infrastruktur, dan pasar kelas menengah.”

Tayangan ini menunjukkan kebijakan Jokowi melawan korupsi, efisiensi birokrasi, dan membuat kebijakan untuk masyarakat seperti Kartu Jakarta Sehat. Dalam tayangan itu pula, Jokowi tampak mengunjungi masyarakat yang terkena longsor di rumah sakit. Terkait banjir, Jokowi mengatakan kebijakan yang dia lakukan adalah dengan normalisasi kali yang ada di Jakarta. Normalisasi ini dia sebut sebagai proses panjang yang membutuhkan waktu delapan-sembilan tahun. Untuk merelokasi masyarakat yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung, Jokowi menyiapkan rumah susun murah.

Jokowi menyebut berbagai kebijakan yang dia lakukan sebagai improving the life of people.

Pertanyaan soal calon presiden baru muncul pada akhir segmen. Haslida menanyakan apakah Jokowi tertarik menjadi Presiden RI berikutnya. Di situlah muncul jawaban, “I don't think about that.” Bahkan ketika ditanya soal kemungkinan menjadi calon presiden, Jokowi tetap mengeluarkan jawaban yang sama. (Baca: Jurnalis Asing Juga Penasaran Jokowi Nyapres)

Namun, dalam video di YouTube, jawaban Jokowi itu dikutip untuk menjawab dua pertanyaan berbeda. Pertama, apakah strategi besar Anda untuk Indonesia jika terpilih sebagai presiden. Kedua, apa yang Anda lihat sebagai kekuatan dan kelemahan terbesar negara Anda. Menjawab dua pertanyaan itulah cuplikan Jokowi ditayangkan, “I don't think about that.” (Baca: Ahok Naik Bus Jokowi Gowes ke Balai Kota)

Jawaban ini kemudian dikomparasi dengan jawaban Prabowo ihwal visinya sebagai calon presiden. Pada akhir tayangan, pengunggah video menampilkan teks yang menyimpulkan, “Dalam hal pemahaman tentang Indonesia dan visi ke depan untuk negaranya, Prabowo lebih 1.000 tahun ketimbang Jokowi.”

WAYAN AGUS PURNOMO





Terpopuler:
KPK Cegah Teman Dekat Ibas Yudhoyono
Tujuh Gereja di Cianjur Diancam Ditutup Paksa  
Foto Topless Dikecam, Scout Willis Tidak Menyesal  
Jakarta Bertabur Artis Bintang Dunia Juni Ini  
PDIP: Tak Ada Perwira TNI di Tim Sukses Jokowi