Selasa, 21 Agustus 2018

5 Skenario Pemprov DKI Mencegah Banjir Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas warga saat rumah mereka terendam banjir di kawasan Cipinang Melayu, Kalimalang, Jakarta, 10 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Aktivitas warga saat rumah mereka terendam banjir di kawasan Cipinang Melayu, Kalimalang, Jakarta, 10 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono mengungkapkan beberapa skenario yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI untuk mengatasi banjir di Ibu Kota, Kamis, 12 Februari 2015.

    1. Pembuatan sumur resapan 
    Agus mengatakan pihaknya konsentrasi membuat sumur resapan di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Tujuannya, agar pori-pori tanah yang kosong terisi air kembali. "Ini bukan untuk meresapkan," ujarnya.

    2. Memaksimalkan pompa yang ada
    Ada sekitar 555 pompa serta 60 pompa mobile untuk mengurangi genangan di Jakarta. 

    3. Program normalisasi sungai dan pengerukan waduk

    4. Proyek membangun tanggul di sepanjang pantai utara Jakarta untuk menghalau masuknya air rob. "Tanggul rob setinggi 5 meter yang bisa bertahan 25 tahun," ucapnya.

    Tanggul tersebut dinamakan tanggul A, bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development atau biasa disebut Giant Sea Wall. Namun, kata Agus, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kurang setuju dengan proyek itu. 

    5. Proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative
    Sebagian besar dana pembangunan JEDI dari pemerintah pusat. "Pusat mendanai 70 persen dan daerah 30 persen," ujarnya. Pembangunan JEDI dibagi tujuh paket. Pemerintah Provinsi DKI hanya mengerjakan tiga paket saja.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.