Rabu, 18 Juli 2018

KPU-Bawaslu Usulkan Peradilan Khusus Pemilu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DKPP (Tengah) Jimly Asshiddiqie ketika mendengarkan pemaparan dari Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah selaku Saksi di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta (03/07). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua DKPP (Tengah) Jimly Asshiddiqie ketika mendengarkan pemaparan dari Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah selaku Saksi di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta (03/07). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad mengusulkan adanya lembaga peradilan pemilu yang fungsinya mengadili semua perkara pemilu, baik pelanggaran etik hingga pidana. Sebabnya, banyak putusan di antara lembaga peradilan yang bertentangan. "Contohnya, soal pembukaan kotak suara oleh KPU," ujar Muhammad dalam diskusi di Hotel Red Top, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2014.

    Hasil putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menyatakan KPU melanggar etik dengan membuka kotak suara tanpa izin Mahkamah Konstitusi untuk melengkapi alat bukti. Namun MK tak mempermasalahkan hal tersebut. Muhammad mengatakan anggota lembaga itu bisa terdiri dari kepolisian, kejaksaan, penyelenggara pemilu, hingga tokoh masyarakat.

    Anggota KPU Juri Ardiantoro menyambut ide tersebut. Ia mengakui banyak ketidaksinkronan putusan lembaga peradilan. "Dalam pileg, banyak putusan PTUN yang membatalkan pencalonan. Padahal di MK sudah beres," katanya.

    TIKA PRIMANDARI

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi 

    Berita terpopuler lainnya:
    Istri Wakil Wali Kota Antre Bensin Eceran di Tegal
    Tim Jokowi-JK Susun Tiga Opsi Kabinet 
    Dewan Pendidikan Kritik Kurikulum 2013 yang Amburadul 
    Pengganti Busyro, KPK Setuju Nama Ini
    Pemain Bola Tewas Setelah Ditimpuk Penonton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potensi Macet Arus Pulang Pergi Atlet Asian Games 2018

    Atlet Asian Games 2018 diharapkan dapat mencapai lokasi dari Wisma Atlet dalam waktu paling lama 30 menit. Inilah rute-rute yang akan mereka lalui.