Dukungan terhadap ISIS Bahayakan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan pejuang Islam berparade dengan tank di sepanjang jalan provinsi Raqqa utara (30/6). Pejuang Islam militan mengadakan parade di utara provinsi Raqqa Suriah untuk merayakan deklarasi

    Militan pejuang Islam berparade dengan tank di sepanjang jalan provinsi Raqqa utara (30/6). Pejuang Islam militan mengadakan parade di utara provinsi Raqqa Suriah untuk merayakan deklarasi "khalifah" Islam. Negara Islam merupakan cabang Al-Qaeda sebelumnya dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta: Pengamat masalah kontra-terorisme, Harits Abu Ulya, menilai dukungan terhadap Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) oleh warga negara Indonesia merupakan ancaman keamanan dalam negeri. Menurut dia, para pendukung ISIS hanya punya dua pilihan.

    Yaitu hijrah ke Timur Tengah membantu ISIS atau, "Mengubah Indonesia menjadi negara kekhilafahan," kata Harits ketika dihubungi Tempo, Kamis, 31 Juli 2014. (Baca: Video WNI Ajak Masuk ISIS Beredar di YouTube)

    Apalagi, kata Haris, para pendukung ISIS telah bersumpah setia atau membaiat pimpinan ISIS, Abu Bakar al Baghdadi. Dengan sumpah itu, para pendukung ISIS seolah-olah tak lagi menjadi warga negara Indonesia, melainkan menjadi warga negara ISIS. (Baca: Pendukung Pemimpin Milisi ISIS Dibaiat di Malang)

    Sebelumnya di situs YouTube beredar video warga negara Indonesia yang mengajak bergabung dengan ISIS. Tujuannya, mendirikan negara syariat Islam di seluruh wilayah. (Baca juga: ISIS Bersumpah Hancurkan Kabah Jika Kuasai Mekah)

    Menurut Harits, Detasemen Khusus 88 maupun Badan Nasional Penanggulangan Teroris seharusnya bisa menyatakan dukungan itu sebagai tindakan terorisme. Apalagi, ISIS berafiliasi dengan Al-Qaeda, organisasi teroris internasional.

    PRIO HARI KRISTANTO

    Terpopuler


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.