Siapa pun Presidennya, CT Emoh Jadi Menterinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chaerul Tanjung. TEMPO/Prima Mulia

    Chaerul Tanjung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa pun presiden terpilih hasil pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan tekadnya menolak semua jabatan menteri dan memilih kembali terjun ke dunia bisnis yang telah membesarkannya selama ini.

    "Enggak, enggak, terima kasih atas tawarannya," ujarnya saat buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Teuku Umar 50, Jakarta Pusat, Senin petang, 21 Juli 2014.

    CT, panggilan Menteri Chairul, menyatakan masuknya dia ke kabinet semata-mata ingin membantu pemerintah menyelesaikan persoalan pelik yang menurut dia hanya bisa dieksekusi menteri yang memiliki keberanian. "Capek, lieur kalau orang Sunda bilang," ujarnya.

    Ia menegaskan bakal kembali konsen menekuni dunia bisnis mengurusi puluhan usaha yang berada di bawah bendera Trans Corp. "Ya, balik lagi jadi pengusahalah, dunia saya," ujarnya sambil diikuti canda tawa di depan awak media yang menyemutinya.

    Seperti diketahui, selama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa dalam dua Kabinet Indonesia Bersatu (KIB 1 dan II), orang terkaya ketiga Indonesia 2013 versi Forbes ini sudah dua kali menolak menjadi menteri di kabinet SBY.

    Khusus tawaran ketiga, pemilik Carrefour Indonesia ini akhirnya luluh. Meskipun hanya punya lima bulan sisa pemerintahan Presiden SBY menggantikan Hatta Rajasa yang mundur mengikuti pemilihan presiden mendampingi calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto. (Baca juga: CT Imbau Investor Tak Panik Jelang 22 Juli.)

    Pada tiga bulan pertama, gebrakan CT mulai membuahkan hasil. Proses renegosiasi tambang dengan sejumlah perusahaan kontrak karya yang telah mandek lama berhasil diselesaikan. Total 40 perusahaan dari 109 perusahaan yang diundang pemerintah berhasil meneken perjanjian baru, sementara sisanya dikebut hingga masa pemerintahan SBY selesai.

    Kemudian soal perizinan satu pintu yang kerap dikeluhkan investor, CT pun membuat gebrakan dengan pembentukan perizinan terpadu satu pintu (PTSP) dan pemberian sehelai izin bagi pengusaha kecil yang bersifat nonformal. (Baca juga: Newmont Mau Cabut Gugatan Arbitrase, Ini Syaratnya.) Konon, karena keberaniannya itu, siapa pun presiden yang terpilih akan kepincut kinerja CT untuk kembali meminangnya masuk menteri kabinet.

    JAYADI SUPRIADIN


    Berita terpopuler:
    Jembatan Comal Rusak, Ongkos Tiket Bus Naik
    Lebaran Ini, Pendapatan KAI Tak Naik Signifikan
    Saham Malaysia Airlines Makin Melorot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.